[Sebuah Opini] Suriah dan Tragedi, Kemanusiaan Tersingkir Demi Kepentingan

Image result for bendera suriah

Suriah atau dikenal dengan nama Syria merupakan salah satu negara di timur tengah yang saat ini sedang terjadi konflik. Dimana bisa kita lihat akhir-akhir ini banyak vidio dan gambar yang menunjukan situasi disana. Sungguh memprihatinkan. Konflik di Suriah merupakan konflik yang sangatlah kompleks, kenapa? Karena itu merupakan konflik kepercayaan, pengaruh dan kepentingan.

Image result for ISIS
Aksi Isis

ISIS atau dikenal dengan Islamic States Iraq Syria merupakan pemeran utama dalam adegan ini. Kenapa? Karena dia yang selalu disorot oleh kamera, di jadikan face focus untuk penonton yang nantinya akan dikomentari dan dikritik. Sungguh memilukan embel-embel Islam yang dalam kenyataanya tidaklah mencerminkan nilai-nilai Islam. Bagaimana mungkin membunuh seenaknya, melegalkan bunuh diri, itu tidak masuk akal. Itu adalah terorisme yang mendompleng atas nama Islam, apalagi memakai simbol stempel Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Itu merupakan fitnah yang kejam. Dengan embel-embel mau menegakan khilafah dan memerangi kaum kafir tapi yang diserang malah di area yang mayoritas muslim, masuk akal? kenpa tidak serang Israel yang menggerogoti palestina, big question? Saya pikir tidak mungkin, karena saya pikir dia adalah sutradaranya.

Suriah yang dipimpin oleh Bashar Al Assad yang seorang Syiah merupakan basis Rusia secara turun temurun. Sejak pecahnya Uni Soviet yang sekarang menjadi Rusia, Rusia mulai  kehilangan pengaruh di Eropa. Pengaruh ini identik dengan benang ideologi. Seperti yang bisa dilihat sekarang, Ukraina masuk ke NATO, konflik dengan Georgia yang phobianya sampai saat ini. Untuk mempertahankan pengaruhnya di Eropa maka Rusia tidak boleh kehilangan Suriah yang didukung dengan kawasanya yang strategis. Dengan hilangnya Suriah atas pengaruh Rusia maka bisa diprediksi pengaruh Rusia atas Eropa akan berkurang drastis dan bisa mengubah langkah strategis pertahanan global mereka.

Perang pengaruh bukanlah hal yang baru, seperti yang pernah kita dengar dan kita tonton di film ada Jerman barat dan timur yang berbeda Ideologi, Korea utara dan selatan, bahkan Vietnam pun pernah di coba untuk itu. Ideolgi merupakan jalur utama untuk membuka diplomasi pada waktu perang dunia, istilah sederhananya adalah gimana mau kerja sama kalau nda ‘sejalan’. Dimana yang kita kenal dengan blok barat dan timur. Ide lama itu tidak lah sepenuhnya berlaku setelah perang dunia II  namun tetap memunculkan gengsi tersendiri karena berbeda haluan.

Image result for amerika vs russia
US vs Russia

Putin pernah berkomitmen tidak akan melepaskan Suriah secara cuma-cuma, dan melihat gelagat NATO yang tidak akan diam saja maka ini menunjukkan akan semakin sengit dan kompleks. Segala intrik-intrik akan di gulirkan dengan harapan kepentinganya akan menang. Perang terus digulirkan, propaganda menjadi sesuatu hal yang wajib digulirkan untuk memperoleh dukungan eksternal. Dukungan ini memainkan peranan paling penting untuk membuat pressure eksternal dan framming terhadap salah satu pihak. Bom-bom diluncurkan, sejata-senjata terlarang hanyalah ulasan semata. Perang tetaplah perang, Halal Haram merekalah yang menentukan sendiri.

Siapa yang dirugikan? Siapa lagi kalau bukan Rakyat Suriah, Sipil tidaklah bersenjata, kalau ada sipil dipersenjatai maka itulah proxy dimana pada dasarnya sipil tidak boleh di perangi dan mendapat perlindungan. Dikala sipil dipersenjatai maka seluruh negara adalah pasukan yang boleh diperangi sebagai pertahanan diri. Sangat disayangkan ini menjadi sesuatu yang complicated dimana puncaknya adalah kemanusiaan. Anak-anak, Perempuan dan orang tua lanjut usia menjadi korban dan resiko yang mereka tanggung saat ini.

Image result for Suriah
“Bertahanlah dik”

Dunia harus berbicara. Sangat susah untuk memberikan pengetahuan tentang siapa yang benar dan salah ditengah-tengah propaganda dua belah pihak yang selalu bergumam. Caranya ialah kemanusiaan, menghimpun bantuang-bantuan bagi penduduk sipil yang membutuhkan. Lembaga independen dunia sekarang ini tidak bisa diturunkan dalam konflik ini dikarenakan mungkin tidak mendapatkan kepercayaan dari salah satu belah pihak. Ini menjadikan bantuan-bantuan sangat susah untuk masuk dan sangat rawan.

Banyaknya lembaga-lembaga di indonesia yang masuk untuk memberikan bantuan di Suriah lewat perbatasan di Turki menjadikan angin segar bagi korban-korban di Suriah. Dengan orang-orang kepercayaan di Turki dan pemerintah yang memberikan akses terbatas sangatlah menguntungkan bagi bantuan yang ingin masuk. Apa cara ini efektif? saya pikir tidak. Disamping itu perlu diingat bahwa Turki memiliki keperpihakan dan agenda tertentu untuk ini, terutama untuk militan Kurdi. Hal tersebut lah yang membuat bantuan-bantuan yang lewat dari Turki menjadi rawan untuk mendapatkan serangan.

Mari membantu. Kita tidak bisa membiarkan korban sipil terluka, menderita secara fisik dan psikologis. Mari bantu mereka. Apabila anda seorang muslim, mari kita bantu saudara kita. Perang memang membingungkan, tetapi itu tidak menggugurkan kewajiban kita untuk membantu. Mereka terluka, dunia seolah berhenti berbicara dan diam memperhatikan saja. It is not our war. Mungkin itu yang terfikir tetapi percayalah iu tetaplah urusan kita apabila masih ada penjajahan diatas dunia. Mungkin kita tidak bisa menghentikan perang, tetapi kita bisa memberikan sumbangsih kita untuk mereka para korban untuk lebih baik. Kita bisa berikan secuil makanan, selembar uang kertas, secercah harapan bagi mereka.

Image result
Bantuan untuk Suriah

By: R. Mahendra S.