Kapten Barbosa, Pejuang atas nama Islam yang digambarkan bak Perampok

Related image
Kapten Barbossa

Siapa yang tidak kenal Film yang terlanjur jadi salah satu favoritku yaitu “Pirates of Carribean”. Tentu saja bila anda mengetahui disana ada tokoh bernama Barbossa. Digambarkan sebagai salah satu perampok laut atau perompak yang lebih dikenal lagi sebagai bajak laut. Perlu diketahui, penggambaran di sebuah film sangatlah tidak bisa dipandang remeh, semestinya, karena sejatinya media adalah suatu alat untuk menyampaikan informasi baik itu tersirat maupun tersurat.

Kapten Barbossa, anda sudah tau tentunya di film digambarkan sebagaimana rupa. Tetapi taukah anda bahwa sebenarnya di dunia Islam sekitar abad ke 15 memiliki seorang penakluk lautan tangguh yang bernama Barbarossa. Membentangkan layar atas nama Islam, menerjang gelombang tinggi demi kejayaan.

 

Barbaros Hayreddin

 

Dia adalah Hayredin Barbarossa. Seorang Admiral tangguh kerajaan Ottoman, Turki, Khalifah terakhir Ustmani. Lahir di Lesbos tahun 1470 dengan nama asli Khizer Yaqoob Khairuddin. Penerima gelar kehormatan dari Sultan Turki saat itu. Kata Barbarossa dikenal oleh bangsa Eropa saat itu di ambil dari “Baba Oruç”, yang dikenal juga oleh bangsa Italia dengan arti Janggut Merah “Red Beard”. Memiliki satu kakak bernama Aruj yang sama-sama memiliki janggut merah.

Setelah Granada (#Cordoba#Al-Andalus#Andalusia) jatuh ke tangan musuh saat itu, Kesultanan Ottoman sedang kekurangan seorang Admiral untuk memebangun angkatan lautnya. Sultan Sulaiman memadang Khairuddin sebagai orang yang memiliki wibawa yang tinggi, menaruhkan kepercayaan untuk memimpin armada lautnya kala itu di bawah naungan Khairuddin. Khairuddin melakukan terobosan besar terhadap angkatan laut saat itu berdasar pengalamanya sebagai seorang pelaut. Harapan terdepan Sultan saat itu adalah untuk mengembalikan Hegemoni kawasan laut Mediterania.

Tahun 1534, Khairuddin berhasil mengambil kembali wilayah Coron, Patras adn Lepanto dari orang spanyol saat itu dengan 80 kapal perangnya. Di tahun yang sama menakhlukan selat Messina dan mengambil alih wilayah pantai Calabrian. Menghancurkan kapal-kapal musuh di Centraro, teluk Naples. Berlabuh di Villa Santa Lucia, Sant’Isidoro, Sperlonga, Fondi Terracina dan Ostia yang dekat sungai Tiber yang mengemparkan wilayah Roma sehingga alaram lonceng gereja-gereja saat itu saling bersautan. Menakhlukan perairan Tunisia serta di saat yang bersamaan menakhlukan pelabuhan yang sangat strategis La Goulette.

Pada tahun 1535, dia mengkomandoi serangan terhadap spanyol di Tlemcen.

Tahun 1536, Khairuddin di panggil kembali ke Instanbul untuk mengkomandoi 200 kapal dalam penyerangan di Habsburg, wilayah Kerajaan Napoli di Italia. 1537 dia berlabuh di Otranto dan menakhlukanya serta di beberapa kota seperti Castro dan Ugento. Masih di tahun yang sama bersama Lutfi Pasha, Khairuddin Barbarossa menakhlukan pulau Aegean dan Ionian yang menjadi wilayah Venesia yang terdiri dari Syros, Aegina, Ios, Paros, Tinos, Karpathos, Kasos, Kytjira dan Naxos. Di tahun yang sama pula dia membebaskan Corfu dan Calabria yang membuat Venesia meminta bantuan Paus Paulus III untuk bekerjasama menghalau Kerajaan Ottoman.

Tahun 1538, Terbentuklah Pasukan Gabungan dari Paus Paulus III yang terdiri dari spanyol, Kerajaan Roma, Negara Venesia dan pasukan Malta yang dikomandoi oleh Andrea Doria. Khairuddin berhasil menghalau pasukan tersebut di pertempuran Preveza.  Kemenangan ini mampu mengembalikan Hegemoni atas wilayah laut Mediterania selama 33 tahun.

Tahun 1539 Khairuddin berhasil menakhlukan kepulauan Skiathos, Sykros, Andos dan Serifos serta mengembalikan Castelnuovo  dari pasukan Spanyol yang sebelumnya telah jatuh di peperangan Preveza. Menakhlukan Castke of Risan, pasukan Venesia Cattaro, pasukan Spanyol, Ionian dan lautan Aegean. Dan pada akhirnya memaksa Venesia menyetujui untuk menandatangani perjanjian damai dengan Sultan Suleiman pada tahun 1540.

Banyak sekali penakhlukan dan pembebasan yang dilakukan oleh Admiral Barbarossa atau Khairuddin sang Laksamana tangguh Kesultanan Turki. Mencoba mengemalikan hegemoni Islam dengan jerih payahnya. Maka tak heran, bangsa Eropa yang kewalahan saat itu menyimpan rasa malu serta dendam terhadapnya. Bahkan sampai sekarang digambarkan oleh media media sebagai bajak laut, disisi kita dia adalah pahlawan yang sedang berjuang untuk negrinya. Musuh mungkin menganggapnya sebagai pemberontak, penjahat tetapi kita harusnya sadar diri disisi manakah kita berpihak.

Dia adalah pahlawan dinasti muslim yang digambarkan bak bajak laut dikarenakan penakhlukannya atas wilayah-wilayah musuh. Pahlawan di mata musuh adalah seorang pemberontak.

Segala Informasi tersebut saya kumpulkan dari berbagai sumber, tetapi saya sangat berterimakasih kepada Sumber ini karena sebagian besar informasinya saya ambil.

Wallahu a’lam bishawab.

 

Refferencess

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Sumber 4

Sumber 5

Tentang Sebuah Jalan (sebuah Cerpen #2)

Aku kembali menyusuri senjaku. Saat itu hanya sendiriku dan ditemani hiruk-pikuk kecil sekitar. Mungkin hanya sebatas melepaskan penat saja. Tapi, aku tahu, sesungguhnya lebih dari itu. Suatu tujuan besar menanti di depan dan akan terus menggerus. Dan akhirnya kegelisahanlah yang menang. Tidaklah aneh apabila ke khawatiran menjadi teman setia saat ini. Mencari keramaian hanyalah salah satu solusi.

Kampus merupakan tampat eksotis para intelektual mencari inspirasinya. Entahlah, mungkin inspirasi hanya datang dikala ada maunya saja. Saatnya untuk keluar. Demi Emosi. Sempatkan berjalan, jauh dari kesunyian layar. Lab tempat bernaung kini memiliki jarak, yah walaupun hanya sesaat, sampai rindu tentangmu datang menjemput. Berjalan di jalan yang entah mengapa membawaku sampai kesini. Apakah ini jalanmu ya Rasul Allah? Mampukah kami menyusuri jalanmu? hmm… Seandainya saja jalan itu mudah, pastilah bukan jalanmu.

Ia adalah jalan. Mungkin terjal, berkelok tetapi tetap saja itu adalah jalan dengan karakteristiknya. mungkin lucu apabila jalan hanyalah jalan semata tanpa kita sadari niat akan sesuatu yaitu tujuan. Entah, disampinya adalah kursi. Apa mereka sahabat? mungkin saja! Tetapi tidaklah kita pernah tau tentang itu. Tujuan adalah pemberhentian atau tujuan bisa menjadikan mu awal dari perjalanan. Tentu saja perjalanan yang semakin panjang. Berdamailah wahai jalan dan kursi.

DSC_0029

#Fiksi #Cerpen #Cerbung

Suatu Kursi di Tengah Kampus (sebuah Cerpen #1)

Suatu saat yang dinanti, saya berjalan keluar menanggapi emosiku yang sedang butuh udara fresh. Keluar dari lab merupakan suatu pilihan yang tepat untuk menyejukkan emosi sesaat. Inilah saya Tyo yang berkuliah di kampus NCU di Taiwan. Berjalan sendiri, mencoba berpartisipasi dengan hiruk pikuk kampus, menyusuri jalan yang terkadang hanya sebuah formalitas saja. Demi emosi.

Sore itu udara cukup panas, padahal minggu lalu dingin bak es datang terus. Ternyata musim semi itu tak dapat di prediksi. Kini panas dan dingin hanyalah formalitas saja, tak ada yang pasti. Dengan jaket biruku yang selalu ku bawa, yah karena cukup hangat dibandingkan hari hari sebelumnya.

Cukup hanya sang senja saja yang datang menemani dan sebuah kursi. Kursi taman. Kursi ini istimewa. Apa istimewanya? Dia menghadap sesuatu. Terletak ditengah pertigaan jalan taman dia membisu, sepi, sendiri. Kini ku temani. Dia membelakangi hiruk pikuk di belakangnya. Orang-orang yang tak memperhatikanya, pedulinya hanya untuk dirinya. Mengapa dia membelakanginya? Bukankah itu jalan? Tidaklah bosan seharusnya, karena banyaknya yang lalu lalang silih berganti.

DSC_0049

#Fiksi #Cerpen #Cerbung

Sempu and The Beauty of Segara Anakan

Assalamuallaikum readers. Mas bro, taukah tentang pulau sempu? kira kira dimana ya? hmm.. Jawa Barat or Sulawesi or Irian Jaya. Belum tepat mas bro sekalian. Mau tau keindahanya? Mari kita simak bersama cerita dibawah ini.

100_6213
Segara Anakan, Sempu

Sempu merupakan pulau kecil di bagian selatan pulau jawa yang masuk di wilayah jawa timur. Lebih tepatnya berada di bagian selatan kabupaten Malang, Jawa Timur. Apabila mas bro mendengar tentang malang pastinya sangat familiar dengan kesan tempat wisata favorit di wilayah jawa timur. Sangat tepat apabila mas bro sekalian berpendapat seperti itu. Memang benar adanya malang merupakan surganya wisata, lebih tepatnya jawa timur secara keseluruhan. Tak lengkap rasanya bila kamu di Malang dan tidak mampir ke sempu, hampa rasanya, dan bersiaplah untuk kecewa bila ternyata teman-temanmu berbicara betapa asik dan indahnya pulau tersebut.

Awalnya aku bersama teman-temanku ingin menghabiskan waktu senggang kala itu. Waktu itu aku masih kuliah di Brawijaya. Kami memulai perjalanan dari laboratorium kami sebagai meeting point, yaa karena kebanyakan kami adalah member lab tersebut. periapanya ialah 2 buah tenda, perbekalan secukupnya selama 1 hari bermalam, lampu badai, serta tak lupa kamera sebagai saksi penting petualangan kami.

Perjalanan dimulai, dengan destinasi akhir yaitu pantai sendang biru, kami pun memulai perjalanan kesana. Dengan mengendarai 4 motor kami pun meluncur. Jujur saja motor saya paling cupu diantara mereka, yaa akhirnya saya nebeng saja sama siska waktu itu. Perjalanan cukup padat ketika masih di kota Malang, setelah sampai di kabupaten jalan pun terasa lebih lega. Akhirnya kami pun sampai di pantai sendang biru dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Setelah ini drama pun di mulai.

100_6183.JPG
Sendang Biru

Kami akhirnya sampai di pantai sendang biru. Menurut informasi yang kami dapat, kami tinggal menyewa perahu untuk menyebrang. Tapi ternyata kami diharuskan menggunakan guide/pengantar untuk mengantar kami hingga segara anakan yang sebelumnya kami tidak tahu dan kami pun harus mendaftar ke pos konservasi setempat. kami pun tidak tahu sebelumya, dan itu diluar planning kita. Setelah berdiskusi akhirnya kami pun menggunakan jasa guide untuk kebaikan kami bersama.

Cukup dengan membayar 100rb untuk 10 penumpang kala itu untuk mengantarkan kami sampai sebrang pulau sampai keesokan harinya juga dijemput. Aku sarankan agar bertanya dahulu kepada teman-teman yang pernah kesana. Saat kami naik sampan yang kami sewa sungguh menyenangkan sekali dan exited. Sampailah kami di spot terdekat dari sendnag biru, dari situ kami harus melanjutkan perjalanan sampai ke Segara Anakan. membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Kala itu musim penghujan, jalanpun licin, jadi kami pun harus berhati-hati waktu berjalan. saya terpeleset beberapa kali ang mengundang tawa teman-teman, memang selalu ada cerita dari kejadian yang saya alami. Hehe. Lelah melanda, bukan hal mudah bagi saya yang jarang berolah raga, apa lagi harus membawa beban yang cukup berat berupa logistik kami. Tapi waktu saya memamdang dan terlihatlah hamparan air payau hijau kebiruan dengan gemerlap sinar terpantul, seolah surga bersemayam disini, maka lelah pun rela pergi.

Masih teringat kala itu bersama teman.. ehmm.. sahabat.. hmm maaf saudara kami lebih tepatnya. Yus, Ipunk, Hamid, Siska, Cupu, ohh.. How miss I do. yah intinya adalah pergilah bersama sahabat-sahabat karib kalian. karena aku jamin dah itu akan menjadi petualangan tak terlupakan dan memoriable banget.

dan ini mungkin sepatah kata untukmu sahabat-sahabatku.

“Dan dari kami yang sebagian, tercipta untuk terpisah

dan dari kami yang sebagian, terarah di jalan yang berbeda

dan dari kami yang sebagian, terkadang lupa akan sahabat

dan dari kami yang sebagian, terkenang oleh masa masa dulu

dan dari kami yang sebagian, tertawa bersama kalian

dan dari kami yang sebagian, bersedih hati membagi luka

dan dari kami yang sebagian, untuk kenangan kenangan yang ada

dan dari kami yang sebagian, bermimpi bersama akan apa kesuksesan itu

dan dari kami yang memang selalu sebagian, tak pernah sempurna.”

100_6332
Dan dari kami yang sebagian, selalu tak sepenuhnya, tak selamanya ada.

Sumber photo: Mahendra

Ibu Adalah KELUARGA

“Setiap jiwa pasti lahir dari satu rahim yang perkasa

Dibesarkan oleh tangan lembut nan kuat

Dibimbing oleh sepasang insan yang tangguh

Dengan kasih sayang terindah

Seperti air laut membentuk batu karang

Seolah itu jati diri kita”

Keluarga bagi ku adalah Ibu. Yang bagi ku adalah seorang ibu yang tangguh sekaligus seorang ayah yang lembut. Dibesarkan dengan kasih sayang yang tada henti, bahkan hingga sekarang, keikhlasanya pun masih ku rasakan. Keluarga itu, ibu, dimana selain itu hanyalah figuran yang saling melengkapi. Indah saat kita saling berbagi kesenangan, dan sedih dalam berbagi kesedihan. Saling memanfaatkan satu sama lain berlandaskan tolong menolong dengan ihklas.

Semenjak kecil aku didik dengan tangan tangguh sang ibu dan tangan lebut nan sabar oleh seorang ayah. Hingga pada akhirnya, seorang ibu lah yang beperan sangat dominan terhadap ku semenjak sang ayah telah pergi ke Rahmatullah. Maka ibu adalah satu-satunya alasan dan tujuan bagi ku demi mencapai ridho-Nya. Selain itu hanyalah pelengkap saja.

Sadarkah sebenarnya senja sedang menggapainya. Pencapaian-pencapaianya terkadang masih ada. Entah apa yang bisa aku lakukan dengan hanya kedua tangan dan dua kaki seolah kurang untuk menutupinya. Mimpi-mimpinya yang seolah menjadi mimpiku juga. Terkadang itulah tanggung jawab ku. entah, mengapa aku terkadang sangat iri terhadap mereka yang mampu membagi tanggung jawab itu.

Ibu, kini kulitmu mulai berlipat, suaramu mulai lirih. Apa daya yang seolah waktu akan selalu menjadi misteri yang selalu membatasi kebersamaan keluarga kecil kita. Terkadang waktu seolah ingin menjauhkan, tapi itulah rizky yang sebenarnya, membuat detik demi detik terasa indah nan berharga. Entah mengapa waktu terlalu gusar untuk menerima kenyataan bahwa waktu mu kian berkurang. Lantas, pengorbanan apa yang pernah aku lakukan untuk mu. Pertanyaan besar diatas bukti-bukti nyata pengorbanan ikhlasmu selama ini.

Ibu, masalah mu adalah perekat keluarga kecil kita. Walaupun hanya aku seorang penanggung jawabmu kelak, walaupun itu sebenarnya terasa sungguh berat, namun dengan memikulnya, maka itulah Ridho-Nya, jalanku menggapai Syurga-Nya. Dialah Yang Maha Penyanyang lagi Maha Pengasih.

Ibu, jalanku masih panjang, jangan kau tinggalkan aku dengan pengorbananmu, sudah cukup perihmu untukku, anakmu. Doakanlah aku dengan airmata penuh kebanggaan dengan harapan tinggi kepada Allah Sang Pencipta. Dan jadikanlah aku penguasa dunia dan ahli syurga nantinya.

Ibu, semoga engkau terus selalu sehat, selalu dibawah naungan jalan lurus-Nya, selalu selamat dengan rizky-rizky Nya. Ridho mu ialah Ridho-Nya.

Anakmu Tercinta. Mahendra.

Sumber gambar: Google

 

Ini Blog Ku, Mana Blog Mu … ?

Saya adalah Mahendra, lulusan Mechanical Engineering yang masih mau belajar dan berkembang. Saya kelahiran Solo, di kota nan indah dan tentram itu lah saya dibesarkan, namun rentang 10 tahun ini hidup saya berpindah-pindah karena alasan tertentu.

Cerita, pasti semua punya cerita unik masing-masing, yang dimana berasal dari pengalaman pribadi atau orang lain yang mengesankan dan syarat akan nilai-nilai tertentu. Tentu saja cerita yang menarik untuk orang lain pastinya akan membuat orang lain merasa terispirasi dan mampu belajar banyak dari apa yang mereka baca atau dengar. Cerita memiliki cakupan yang sangat luas dan tak terbatas karena memiliki karakteristik tersendiri dari masing-masing personal. Banyak cerita yang sudah terjadi, dikembangkan dan dibuat hinga sekarang ini. Terlepas itu cerita nyata atau tidak dan apapun jenisnya, cerita merupakan pikiran manusia tentang apa yang ingin ia ucapkan dan dibagikan untuk orang lain.

Pada jaman modern seperti sekarang ini, dimana media sudah berkembang pesat dan tidak memiliki keterbatasan, sangat lah mudah untuk membagi, memperoleh atau membaca cerita. Pada dasarnya cerita itu adalah informasi yang dikemas dan dibumbui oleh opini pribadi atau hal-hal lain dengan tujuan tertentu. Cerita yang dihadirkan pun beragam dan sangat terorganisir dengan bantuan beberapa alat bantu. Blog merupakan salah satunya, yang merupakan wadah untuk menumpahkan emosi melalui cerita dalam bentuk tulisan. Saya lebih nyaman menyebutnya sebagai cerita, bukan sebagai informasi atau berita, karena blog yang saya buat ini bertujuan menceritakan opini-opini saya terhadap berbagai hal dan bidang, serta sebagai cerita non fiksi pribadi saya atau perjalanan hidup saya. Apakah hidup saya luar biasa untuk diceritakan? mungkin iya dan mungkin tidak, bagi sebagian orang, tapi saya bermaksud untuk mencoba me-share apapun itu untuk orang lain. Mungkin akan banyak tanggapan bagi yang membacanya dan saya yakin bahwa semuanya pasti ada baik dan buruknya. Jadi saya putuskan untuk mencoba membagi informasi yang saya miliki. Apakah ada manfaat lain? Tentu saja, bagi saya berbagi cerita lewat blog bisa untuk latihan menulis dan mengembangkan kerangka berfikir lewat tulisan. Tulisan dalam hal ini bukan berarti menulis menggunakan pensil/tinta, melainkan sudah meluas artinya setelah ditemukanya teknologi komputer. Selain itu bagi yang suka menulis buku diary, blog sangat membantu anda untuk menuliskan kisah hidup anda sehingga lebih sistimatis dan terorganisir tetapi bersifat public atau dapat dinikmati oleh semua orang. Bagi anda yang senang menulis pasti sangatlah mengenal blog ataupun media media lainya yang membantu dalam menulis.

Mari kita budayakan menulis, karena itu sangatlah bermanfaat sekali, dengan menulis kita membiasakan diri mengolah informasi yang kita dapat dan berusaha membaginya dengan orang lain. Dalam proses memperoleh informasi itu kita juga secara tidak langsung belajar membiasakan diri membaca dan yang perlu diperhatikan dalam menulis ialah aturan dan norma yang berlaku didalamnya. Itulah sekelumit cerita tentang blog menurut pandangan saya dan semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.