UJI HIPOTESIS

Uji Hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisa data, baik dari percobaan yang terkontrol, maupun dari observasi (tidak terkontrol). Dalam statistik sebuah hasil bisa dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut hampir tidak mungkin disebapkan oleh faktor yang kebetulan, sesuai dengan batas probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.Uji hipotesis kadang disebut juga “konfirmasi analisa data”. Keputusan dari uji hipotesis hampir selalu dibuat berdasarkan pengujian hipotesis nol. Ini adalah pengujian untuk menjawab pertanyaan yang mengasumsikan hipotesis nol adalah benar. Daerah kritis (en= Critical Region) dari uji hipotesis adalah serangkaian hasil yang bisa menolak hipotesis nol, untuk menerima hipotesis alternatif. Daerah kritisini biasanya di simbolkan dengan huruf C.

Banyak peneliti yang melakukan berbagai penelitian sehingga banyak menetapkan suatu teori yang sifatnya sementara, dimana kebenaranya perlu diuji. Inilah yang disebut hipotesis peneliti, peneliti tersebut akan berusaha mengumpulkan data yang akan mendukung pada hipotesisnya. Hal itu dimaksudkan agar hipotesisnya terbukti atau tidak. Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya:

  1. Hipotesis  dapat  dikatakan  sebagai  piranti  kerja  teori.  Hipotesis  ini  dapat  dilihat  dari  teori  yang  digunakan  untuk  menjelaskan  permasalahan  yang  akan  diteliti.  Misalnya,  sebab dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori mengenai konflik.
  2. Hipotesis  dapat  diuji  dan  ditunjukkan  kemungkinan  benar  atau  tidak  benar  atau  di  falsifikasi.
  3. Hipotesis  adalah  alat  yang  besar  dayanya  untuk  memajukan  pengetahuan  karena  membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji  untuk  menunjukkan  benar  atau  salahnya  dengan  cara  terbebas  dari  nilai  dan  pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.

Fungsi penting hipotesis di dalam penelitian, yaitu:

  1. Untuk menguji teori,
  2. Mendorong munculnya teori,
  3. Menerangkan fenomena sosial,
  4. Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian,
  5. Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.

Menurut bentuknya, Hipotesis  dibagi menjadi tiga:

  1. Hipotesis penelitian / kerja: Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji.

Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap benar Hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian.

  1. Hipotesis operasional: Hipotesis operasional merupakan Hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya peneliti merumuskan Hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi  juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa Hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut Hipotesis nol (H0). H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya Hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
  2. Hipotesis statistik: Hipotesis statistik merupakan jenis Hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif).

Hipotesis Statistik

Hipotesis  statistik,  atau  hipotesis  adalah  suatu  dugaan  mengenai  satu  atau  lebih populasi.  Definisi  ini  dapat  diartikan  sebagai  pernyataan  atau  dugaan  mengenai  ukuran  (misalnya rerata atau variansi) yang ada disatu atau lebih populasi.  Dari  contoh  di  muka,  misalkan  peneliti  bidang  kedokteran  tersebut  berdasarkan  teori  tertentu,  menduga  bahwa  vaksin  yang  dia  temukan  (misalnya  vaksin  A)  lebih  baik  dari  misalnya  vaksin  B.  Pernyataan  bahwa  vaksin  A  lebih  baik  dari  pada  vaksin  B  adalah  suatu hipotesis.  Indikatornya  lebih  baiknya  vaksin  yang  satu  dengan  vaksin  yang  lain  harus ditentukan, misalkan berdasarkan indikatornya adalah cepatnya sembuhnya pasien.

1. Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif

Hipotesis  nol  adalah  hipotesis  yang  menyatakan  tidak  adanya  perbedaan  atau  tidak adanya  korelasi  (hubungan).  Sebaliknya  hipotesis  alternative  adalah  hipotesis  yang menyatakan perbedaan  atau adanya korelasi. Hipotesis nol dilambangkan dengan Ho Hipotesis alternative dilambangkan dengan H1. Penolakan hipotesis nol mengakibatkan penerimaan hipotesis alternative, dandan sebaliknya. Terdapat tiga macam pasangan hipotesis  (Ho dan H1.) , yang di sebut tipe A, tipe B, tipe C. Sebagai contoh misalkan hipotesis mengenai suatu rerata, maka rumusan ketiga tipe tersebut adalah sebagai berikut:

2. Prosedur Uji Hipotesis

Pada umumnya uji hipotesis dilakukan dengan  langkah-lanhkah sebagai berikut:

  1. Rumuskan Hᾀ dan H1. Walaupun  yang  ditulis  lebih  dulu  adalah  H0  namun  disarankan  agar  para  peneliti lebih dulu memikirkan H1 untuk penelitianya. Setelah H1 terumuskan baru peneliti tinggal  menegasikan  (melawankan)  pernyataan  yang  diperoleh  H1  untuk mendapatkan  H0.
  2. Tentukan taraf signifikansi, yaitu  α yang akan dipakai dalam uji hipotesis. Besarnya α yang diambil tergantung kepada urgensi penelitian yang dilakukan.
  3. Memilih  statistic  uji  yang  cocok  untuk  menguji  hipotesis  yang  telah dirumuskan. Pemilihan  statistic  ditentukan  oleh  beberapa  hal,  misalkan  diketahui  atau  tidaknya variansi-variansi populasi dan sama atau tidaknya variansi-variansi populasi.
  4. Hitunglah  nilai  statistic  uji  berdasarkan  data  observasi  (amatan)  yang diperoleh dari sampel.
  5.  Tentukan  nilai  kritis    (NK)  dan  daerah  kritis  (DK)  berdasarkan  tingkat signifikansi yang telah ditetapkan.
  6. Tentukan keputusan uji HO, yaitu H1 ditolak atau diterima. Penetapan keputusan ini berdasarkan melihat nilai statistic uji amatan berada di DK atau tidak. Jika nilai statistic uji berada di DK, maka H0 ditolak. Sebaliknya jika nilai statistic uji amatan tidak berada di DK maka H0 diterima.
  7. Tulislah kesimpulan berdasarkan keputusan uji yang telah diperoleh.

3. Arah Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis dapat dilakukan secara :

1)      Uji Satu Arah

Pengajuan  dan  dalam  uji satu arah adalah sebagai berikut:

Ho  : ditulis dalam bentuk persamaan (menggunakan tanda =)

H1   : ditulis dalam bentuk lebih besar (>) atau lebih kecil (<)

2)      Uji Dua Arah

Pengajuan  dan  dalam uji dua arah adalah sebagai berikut :

Ho    : ditulis dalam bentuk persamaan (menggunakan tanda =)

H1    : ditulis dengan menggunakan tanda

4. Tipe Kesalahan

1.Kesalahan Tipe I

Kesalahan yang terjadi ketika peneliti menolak hipoteisi nol (H0), padahal hipotesis tersebut benar.

2.Kesalahan Tipe II

Kesalahan  yang  terjadi  ketika  peneliti  menerima  hipoteisi  nol  (H0),  padahal hipotesis tersebut salah.

SUMBER:

http://blog.binadarma.ac.id/dedi1968/wp-content/uploads/2010/09/1-kuliah-05_hipotesis.ppt

http://umpwr.ac.id/elearning/centerump/document/goto/index.php?url=%2Fujihipotesis2011.pdf&cidReq=MAT_004

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s