Ada Cerita di Air Terjun Coban Rondo

Tanggungan kuliah semester 4 yang lalu sudah selesai, bersama teman teman kosan merencanakan liburan sederhana bersama. Beberapa ide telah dikeluarkan, dengan pesismistis maka tujuan touring kali ini adalah ke air terjun Cobanrondo, Batu. Mengapa saya katakana pesimistis? Karena rencana liburan bersama keberbagai tempat sudah dibicarakan, namun tidak terealisasi dan  tidak sesuai yang diharapkan alias selalu molor dan terjadi banyak kendala. Pada rencana kali ini jatuh pada air terjun Cobanrondo dikarenakan lokasinya yang tidak terlalu jauh yakni sekitar 45 menit perjalanan.

Tibalah hari sabtu, tepatnya tangal 7 juli 2012, dan yang ternyata yang berangkat cuma 3 orang. Harapan pun hampir sirna dikarenakan sedikitnya personil, tapi akhirnya kami pun jadi berangkat. Dikarenakan sepeda motor ku butut, Aku berboncengan dengan ijan menggunakan motor soul miliknya. Hehe lumayan lah, hemat jam operasi motor ku. Sedangkan Brentek naik motor supranya sendirian. Untuk berjaga jaga, bensin pun diisi penuh di pom bensin terdekat, karena brentek membawa tas akhirnya hp dan dompet kami titipkan padanya, kecuali kamera ku tercinta yang tetap digenggaman. Perjalanan pun dimulai, langkah sumringah menghantui disetiap perjalanan menuju air terjun.

Jalan menuju cobanrondo saat itu sangat ramai sebelum sampai ke kota batu. Banyak polisi yang mengatur lalu lintas saat itu karena kondisi jalan yang padat. Brentek pun melaju mendahului kami yang berjalan dengan kecepatan standar. Kami kira brentek sudah tau jalan ke lokasi, akhirnya ada seorang polisi yang mengarahkan untuk berbelok, brentekpun belok, kami tidak menghiraukan himbauan polisi tersebut. Saat itulah kami terpisah dengan teman tercinta yang katanya tau jalan ke lokasi. Hehehe. Kami tetap mengambil jalan lurus yang ternyata kondisinya padat merayap, entah apa yang menyebabkan kemacetan ini terjadi. Dan kami belum ketemu dengan brentek yang kami harapkan akan memutar dan mengikuti di belakang kami.

Keadaan yang sungguh menyebalkan, saat kami merayap di keramaian. Kami terus berusaha memotong jalan agar dapat keluar dari keramaian, setelah jauh menerobos, kami akhirnya tau apa yang menyebabkan jalan di batu kota macet padat merayap. Hal itu disebabkan karena kota dijalan kota batu sedang dilewati semacam karnaval yang terdiri dari singa barong (kayaknya), beberapa pencak silat dan beberapa atraksi lainya.

Setelah berjuang melewati macetnya karnaval, pada akhirnya kami sampai ke pertigaan patung sapi didekat Cubanrondo. Dikarenakan si berentek blum datang menyusul kami, kami memutuskan untuk menunggu dia di dpertigaan dekat patung sapi. Kami dengan brentek tidak dapat berkomunikasi karena Hp kami semua dititipkan di tasnya. Kami pun dirundung khawatir karena dompet kami yang ikut dititipkan, STNK yang tidak ditangan membuat kami was was seaindainya itu diperlukan.

Setelah sekitar satu jam menunggu dan tidak ada hasil, kami pun akhinya memutuskan melupakanya dan langsung menuju lokasi berdua. Dari pertigaan patung sapi, kearah kiri kalou dari malang, sekitar 200m kami menjumpai loket masuk wisata cobanrondo, kami pun akhirnya masuk. Setelah sampai dan memperkirkan motor kami harus berjalan menuju air terjun. Sungguh luarbiasa apa yang kami lihat, keindahan alam yang begitu mempesona, seolah kami lupa akan teman kami yang entah kemana. Begitu mendekat, percikan butir-butir air lembut terbawa angina hingga mendarat di wajah kami sangatlah menyegarkan dan sangat ku rindukan. Penat, letih, terasa hilang semua, kami berfoto, dengan membawa kamera pocket ku yang beruntung tidak ikut terbawa brentex. Cobanrondo merupakan tempat wisata yang terletak di Desa Pandansari Kecamatan Pujon, ± 12 km dari Kota Batu. Air terjun Cobanrondo merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki kabupaten Malang yang memiliki ketinggian 84 meter, berada pada ketinggian 1135 meter dari permukaan laut. Disekitar air terjun sangat mudah dijumpai beberapa monyet yang bebeas berkeliaran, menjadikan pemandangan unik tersendiri. Objek wisata ini sangat diminati masyarakat, dilihat dari jumlah pengunjung yang datang, ini sebagai bukti bahwa air terjun ini merupakan objek wisata yang potensial bagi Kabupaten malang, khususnya kota Batu. Di air terjun ini juga disediakan beberapa wahana sederhana seperti flying fox beserta outbound kecil, sedangkan di sekitar cobanrondo juga disediakan tampat perkemahan.

Sore pun menjelang dan waktu tak berasa berlalu begitu cepat. Lelah begitu mendera kamipun akhirnya memutuskan untuk menyudahi wisata kami.  Tetapi setelah keluar dari daerah air terjun, ijan mengajak ku untuk mengunjungi paralayang yang memang tak jauh lokasinya dari cobanrondo. Dengan sisa waktu akhirnya kamipun memutuskan untuk pergi ke paralayang yang kebetulan aku tahu jalan menuju paralayang. Setelah puas menikmati pemandangan di paralayang kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke malang.

Advertisements

2 thoughts on “Ada Cerita di Air Terjun Coban Rondo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s