Sempu and The Beauty of Segara Anakan

Assalamuallaikum readers. Mas bro, taukah tentang pulau sempu? kira kira dimana ya? hmm.. Jawa Barat or Sulawesi or Irian Jaya. Belum tepat mas bro sekalian. Mau tau keindahanya? Mari kita simak bersama cerita dibawah ini.

100_6213
Segara Anakan, Sempu

Sempu merupakan pulau kecil di bagian selatan pulau jawa yang masuk di wilayah jawa timur. Lebih tepatnya berada di bagian selatan kabupaten Malang, Jawa Timur. Apabila mas bro mendengar tentang malang pastinya sangat familiar dengan kesan tempat wisata favorit di wilayah jawa timur. Sangat tepat apabila mas bro sekalian berpendapat seperti itu. Memang benar adanya malang merupakan surganya wisata, lebih tepatnya jawa timur secara keseluruhan. Tak lengkap rasanya bila kamu di Malang dan tidak mampir ke sempu, hampa rasanya, dan bersiaplah untuk kecewa bila ternyata teman-temanmu berbicara betapa asik dan indahnya pulau tersebut.

Awalnya aku bersama teman-temanku ingin menghabiskan waktu senggang kala itu. Waktu itu aku masih kuliah di Brawijaya. Kami memulai perjalanan dari laboratorium kami sebagai meeting point, yaa karena kebanyakan kami adalah member lab tersebut. periapanya ialah 2 buah tenda, perbekalan secukupnya selama 1 hari bermalam, lampu badai, serta tak lupa kamera sebagai saksi penting petualangan kami.

Perjalanan dimulai, dengan destinasi akhir yaitu pantai sendang biru, kami pun memulai perjalanan kesana. Dengan mengendarai 4 motor kami pun meluncur. Jujur saja motor saya paling cupu diantara mereka, yaa akhirnya saya nebeng saja sama siska waktu itu. Perjalanan cukup padat ketika masih di kota Malang, setelah sampai di kabupaten jalan pun terasa lebih lega. Akhirnya kami pun sampai di pantai sendang biru dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Setelah ini drama pun di mulai.

100_6183.JPG
Sendang Biru

Kami akhirnya sampai di pantai sendang biru. Menurut informasi yang kami dapat, kami tinggal menyewa perahu untuk menyebrang. Tapi ternyata kami diharuskan menggunakan guide/pengantar untuk mengantar kami hingga segara anakan yang sebelumnya kami tidak tahu dan kami pun harus mendaftar ke pos konservasi setempat. kami pun tidak tahu sebelumya, dan itu diluar planning kita. Setelah berdiskusi akhirnya kami pun menggunakan jasa guide untuk kebaikan kami bersama.

Cukup dengan membayar 100rb untuk 10 penumpang kala itu untuk mengantarkan kami sampai sebrang pulau sampai keesokan harinya juga dijemput. Aku sarankan agar bertanya dahulu kepada teman-teman yang pernah kesana. Saat kami naik sampan yang kami sewa sungguh menyenangkan sekali dan exited. Sampailah kami di spot terdekat dari sendnag biru, dari situ kami harus melanjutkan perjalanan sampai ke Segara Anakan. membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Kala itu musim penghujan, jalanpun licin, jadi kami pun harus berhati-hati waktu berjalan. saya terpeleset beberapa kali ang mengundang tawa teman-teman, memang selalu ada cerita dari kejadian yang saya alami. Hehe. Lelah melanda, bukan hal mudah bagi saya yang jarang berolah raga, apa lagi harus membawa beban yang cukup berat berupa logistik kami. Tapi waktu saya memamdang dan terlihatlah hamparan air payau hijau kebiruan dengan gemerlap sinar terpantul, seolah surga bersemayam disini, maka lelah pun rela pergi.

Masih teringat kala itu bersama teman.. ehmm.. sahabat.. hmm maaf saudara kami lebih tepatnya. Yus, Ipunk, Hamid, Siska, Cupu, ohh.. How miss I do. yah intinya adalah pergilah bersama sahabat-sahabat karib kalian. karena aku jamin dah itu akan menjadi petualangan tak terlupakan dan memoriable banget.

dan ini mungkin sepatah kata untukmu sahabat-sahabatku.

“Dan dari kami yang sebagian, tercipta untuk terpisah

dan dari kami yang sebagian, terarah di jalan yang berbeda

dan dari kami yang sebagian, terkadang lupa akan sahabat

dan dari kami yang sebagian, terkenang oleh masa masa dulu

dan dari kami yang sebagian, tertawa bersama kalian

dan dari kami yang sebagian, bersedih hati membagi luka

dan dari kami yang sebagian, untuk kenangan kenangan yang ada

dan dari kami yang sebagian, bermimpi bersama akan apa kesuksesan itu

dan dari kami yang memang selalu sebagian, tak pernah sempurna.”

100_6332
Dan dari kami yang sebagian, selalu tak sepenuhnya, tak selamanya ada.

Sumber photo: Mahendra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s