Ibu Adalah KELUARGA

“Setiap jiwa pasti lahir dari satu rahim yang perkasa

Dibesarkan oleh tangan lembut nan kuat

Dibimbing oleh sepasang insan yang tangguh

Dengan kasih sayang terindah

Seperti air laut membentuk batu karang

Seolah itu jati diri kita”

Keluarga bagi ku adalah Ibu. Yang bagi ku adalah seorang ibu yang tangguh sekaligus seorang ayah yang lembut. Dibesarkan dengan kasih sayang yang tada henti, bahkan hingga sekarang, keikhlasanya pun masih ku rasakan. Keluarga itu, ibu, dimana selain itu hanyalah figuran yang saling melengkapi. Indah saat kita saling berbagi kesenangan, dan sedih dalam berbagi kesedihan. Saling memanfaatkan satu sama lain berlandaskan tolong menolong dengan ihklas.

Semenjak kecil aku didik dengan tangan tangguh sang ibu dan tangan lebut nan sabar oleh seorang ayah. Hingga pada akhirnya, seorang ibu lah yang beperan sangat dominan terhadap ku semenjak sang ayah telah pergi ke Rahmatullah. Maka ibu adalah satu-satunya alasan dan tujuan bagi ku demi mencapai ridho-Nya. Selain itu hanyalah pelengkap saja.

Sadarkah sebenarnya senja sedang menggapainya. Pencapaian-pencapaianya terkadang masih ada. Entah apa yang bisa aku lakukan dengan hanya kedua tangan dan dua kaki seolah kurang untuk menutupinya. Mimpi-mimpinya yang seolah menjadi mimpiku juga. Terkadang itulah tanggung jawab ku. entah, mengapa aku terkadang sangat iri terhadap mereka yang mampu membagi tanggung jawab itu.

Ibu, kini kulitmu mulai berlipat, suaramu mulai lirih. Apa daya yang seolah waktu akan selalu menjadi misteri yang selalu membatasi kebersamaan keluarga kecil kita. Terkadang waktu seolah ingin menjauhkan, tapi itulah rizky yang sebenarnya, membuat detik demi detik terasa indah nan berharga. Entah mengapa waktu terlalu gusar untuk menerima kenyataan bahwa waktu mu kian berkurang. Lantas, pengorbanan apa yang pernah aku lakukan untuk mu. Pertanyaan besar diatas bukti-bukti nyata pengorbanan ikhlasmu selama ini.

Ibu, masalah mu adalah perekat keluarga kecil kita. Walaupun hanya aku seorang penanggung jawabmu kelak, walaupun itu sebenarnya terasa sungguh berat, namun dengan memikulnya, maka itulah Ridho-Nya, jalanku menggapai Syurga-Nya. Dialah Yang Maha Penyanyang lagi Maha Pengasih.

Ibu, jalanku masih panjang, jangan kau tinggalkan aku dengan pengorbananmu, sudah cukup perihmu untukku, anakmu. Doakanlah aku dengan airmata penuh kebanggaan dengan harapan tinggi kepada Allah Sang Pencipta. Dan jadikanlah aku penguasa dunia dan ahli syurga nantinya.

Ibu, semoga engkau terus selalu sehat, selalu dibawah naungan jalan lurus-Nya, selalu selamat dengan rizky-rizky Nya. Ridho mu ialah Ridho-Nya.

Anakmu Tercinta. Mahendra.

Sumber gambar: Google

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s