Kampung Inggris di Pare, Kediri, Ini Ceritaku…!!!

Bulan Februari lalu, saya dan teman saya yang berasal dari kota Blitar berpergian menuju ke kabupaten Kediri, sebut saja dia Red. Ini merupakan pertama kalinya saya stay di Kediri. Kami berkunjung di kediri dengan niat untuk belajar bahasa Inggris di kampung inggris, Pare. Sudah menjadi rahasia umum, kampung inggris di Pare, Kediri merupakan destinasi untuk belajar bahasa terutama inggris, bahkan oleh saya yang sudah sekitar 5 tahun di Malang. Dengan pengalaman yang ditawarkan serta harga yang terjangkau membuat mantan mahasiswa seperti saya menjadikan kampung inggris salah satu tujuan saya untuk mengisi waktu luang yang saat itu kondisi saya masih menjadi job seeker. Hehe promosi dikit, itung itung kontribusi mengembangkan UKM disana.

Walaupun kampung Inggis namanya, saya malah mengambil program bahasa China. Bahasa China? emang ada. Dan memang ada kursus bahasa selain bahasa Inggris disini, ada bahasa Jepang, Prancis, Korea, Arab. Tetapi memang tidak sebanyak lembaga/kursus bahasa inggris. Ada beberapa lembaga seperti WTC atau Embrace, yang menawarkan variasi kursus bahasa asing. Waktu itu saya mengambil program di WTC selama 1 bulan, lumayan kan buat mengisi waktu luang dengan menambah ilmu. Untuk program bahasa Inggris sangat banyak ditawarkan oleh lembaga-lembaga disini. Mau memilih kursusnya sendiri atau bahkan tersedia paket bersama dengan kos yang didalamnya terdapat program pula. Bagi anda yang ingin memanfaatkan waktu disana sangat disarankan menggunakan paket kursus saya yang ada asramanya, karena terdapat program tambahan yang ada di asrama juga selain program yang terdapat di bimbelnya, seperti diharuskan berbahasa inggris bila sudah memasuki area asrama dan aturan-aturan mengikat yang menunjang pembelajaran bahasa anda. Menarik bukan?? ingat lah slogan saya “The power of Kepepet“, kepepet oleh aturan yang membuat kita mau tidak mau harus mengerti dan belajar.

Nah, bagaimana nih apabila ada yang suka “bebas” ingin ngekos aja jangan yang asrama karena terlalu mengekang? Bisa, disini tersedia banyak kamar kos yang murah meriah, dengan “norma” kampung lho ya. sepengetahuan saya kos disini 1 kamar digunakan untuk 2-4 orang, jadi bisa patungan, ngirit banget kan, hehe. Tetapi itu kebijakan masing-masing pemlik, cari-cari dulu biar bsia membandingkan kamar dan harga. Kalau bisa cari temen nih dan cari kamar yang cukup dengan sejumlah rombonganmu. Untuk transportasi disini banyak yang menyewakan sepeda ontel (sepeda gayuh) yang memudahkan anda untuk berpergian di sekitar kampung. Bila anda rombongan disini juga tersedia banyak mobil rental yang bisa digunakan sesuai kebutuhan, misal untuk sarana antar jemput dari/ke stasiun yang ada di kota Kediri atau bahkan mau berwisata di sekitar Kediri. Untuk makanan, disini sangat terjangkau dan tidak bakalan menguras kantong mahasiwa anda (tau kan mahasiswa ranatu kalau ngirit bagaimana?).

Kalo saya dulu kos sendiri, tidak asrama yang termasuk paket dari lembaga bimbelnya. Karena saya memang ingin free aja, mau tidur sepanjang waktu, belajar bahasa, dan main. Alhamdulllah temen-temen saya dikos waktu itu sangat baik sekali, rasa kekeluargaanya sangat kental, itu saya rasakan yang notabenya saya adalah orang baru disitu. Temen kos saya berasal dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan, asik dah buat tukar pengalaman serta tentunya aura ‘Bhineka Tuggal Ika’-nya itu lhoh berasa banget. Dari situ kita juga bisa belajar menghormati/menghargai orang lain yang “berbeda” selain belajar bahasa.

Sampean berminat? Ehm. Sebelum kesini mungkin ada baiknya anda mengatur “budged” yang anda mliki dan estimasikan dengan program erta biaya kehidupan disana. Walaupun tergolong ‘murah’ tapi kan tetep harus ada estimasi serta planning yang jelas sebelum berangkat. Sangat disarankan menhimpun informasi dari temen-temen yang sekiranya sudah pernah pergi sebelumnya, karena itu sangat memberikan masukan yang berarti bagi anda. Bagi mahasiswa yang bersekolah di Malang tak ada salahnya untuk survey dahulu untuk mencari lembaga bimbel dan kos yang cocok bagi anda. Satuhal lagi yang penting, bila mengunjungi daerah tak lengkap bila tidak mengunjungi tempat wisata disekitarnya, maka cari lah destinasi-destinasi asik untuk kamu dan temenmu berpetualang. Gunung Kelud, simpang lima Kediri, atau mau menyasarkan diri ke Batu dengan Jatimpark I, II, BNS, museum angkut, ssyukur syukur nyasar sampai Gunung Bromo yang di elu elu kan masyarakar Eropa.

Demikianlah sekelumit cerita saya selama berada di Pare, Kediri. Mungkin dari sini bisa membuat anda terisnpirasi untuk berwisata dan belajar di kampung tersebut. Mari kita bangun Indonesia kita dari sebuah kampung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s