STATISTIKA DAN PROBABILITAS

Pendahuluan

Mata kuliah statistika bagi mahasiswa sangat diperlukan terutama ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk pembuatan skripsi, thesis atau disertasi. Dalam hal ini pengetahuan statistik dipakai dalam menyusun metodologi penelitian.

Sebagai suatu ilmu, kedudukan statistika merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika terapan. Oleh karena itu untuk memahami statistika pada tingkat yang tinggi, terebih dahulu diperlukan pemahaman ilmu matematika.

Dinegara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang, ilmu statistika berkembang dengan pesat sejalan dengan berkembangnya ilmu ekonomi dan teknik. Bahkan kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh sejauh mana negara itu menerapkan ilmu statistika dalam memecahkan masalah-masalah pembangunan dan perencanaan pemerintahannya. Jepang sebagai salah satu negara maju, konon telah berhasil memadukan ilmu statistika dengan ilmu ekonomi, desain produk, psikologi dan sosiologi masyarakat.

Sejauh itu ilmu statistika digunakan pula untuk memprediksi dan menganalisis perilaku konsumen, sehingga Jepang mampu menguasai perekonomian dunia sampai saat ini.

Statistik dan Statistika

Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu masalah tertentu.

Contoh :

Statistik penduduk adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah penduduk.

Statistik ekonomi adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah ekonomi.

Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk disajikan secara lengkap dalam bentuk yang mudah dipahami penggunanya.

Pengertian Data

Dalam statistika dikenal beberapa jenis data. Data dapat berupa angka dapat pula bukan berupa angka. Data berupa angka disebut data kuantitatif dan data yang bukan angka disebut data kualitatif.

Berdasarkan nilainya dikenal dua jenis data kuantitatif yaitu data diskrit yang diperoleh dari hasil perhitungan dan data kontinue yang diperoleh dari hasil pengukuran.

Menurut sumbernya data dibedakan menjadi dua jenis yaitu data interen adalah data yang bersumber dari dalam suatu instansi atau lembaga pemilik data dan data eksteren yaitu data yang diperoleh dari luar.

Data eksteren dibagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut dan data sekunder adalah data yang tidak secara langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut.

Jenis – Jenis  Statistika

Statistika dibedakan berdasarkan jenisnya menjadi dua yaitu Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensia.

Statistika deskriptif adalah statistika yang berkaitan dengan metode atau cara medeskripsikan, menggambarkan, menjabarkan atau menguraikan data. Statistika deskripsi mengacu pada bagaimana menata, menyajikan dan menganalisis data, yang dapat dilakukan misalnya dengan menentukan nilai rata-rata hitung, median, modus, standar deviasi atau menggunakan cara lain yaitu dengan membuat tabel distribusi frekuensi dan diagram atau grafik.

Statistika inferensia adalah statistika yang berkaitan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakteristik dari suatu populasi. Dengan demikian dalam statistika inferensia data yang diperoleh dilakukan generalisasi dari hal yang bersifat kecil (khusus) menjadi hal yang bersifat luas (umum).

Populasi Dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan pengamatan atau obyek yang menjadi perhatian sedangkan Sample adalah bagian dari populasi yang menjadi perhatian.

Populasi dan sample masing-masing mempunyai karakteristik yang dapat diukur atau dihitung. Karakteristik untuk populasi disebut parameter dan untuk sample disebut statistik.

Populasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

Populasi orang atau individu adalah keseluruhan orang atau individu (dapat pula berupa benda-benda) yang menjadi obyek perhatian.

Populasi data adalah populasi yang terdiri atas keseluruhan karakteristik yang menjadi obyek perhatian.

Sample juga dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

Sampel orang atau individu adalah sampel yang terdiri atas orang-orang (dapat pula berupa benda-benda) yang merupakan bagian dari populasinya yang menjadi obyek perhatian.

Sampel data adalah sebagaian karakteristik dari suatu populasi yang menjadi obyek perhatian.

Meskipun populasi merupakan gambaran yang ideal, tetapi sangat jarang penelitian dilakukan memakai populasi. Pada umumnya yang dipakai adalah sample. Ada beberapa alasan mengapa penelitian dilakukan menggunakan sample :

  1. Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data lebih singkat.
  2. Biaya lebih murah.
  3. Data yang diperoleh justru lebih akurat.
  4. Dengan statistika inferensia dapat dilakukan generalisasi.

Cara Mengumpulkan Data

Untuk memperoleh data yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya, data harus dikumpulkan dengan cara dan proses yang benar. Terdapat beberapa cara atau teknik untuk mengumpulkan data yaitu :

1.   Wawancara (interview) yaitu cara untuk mengumpulkan data dengan mengadakan tatap muka secara langsung. Wawancara harus dilakukan dengan memakai suatu pedoman wawancara yang berisi daftar pertanyaan sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Ada dua jenis wawancara yaitu wawancara berstruktur (structured interview) dan wawancara takberstruktur (unstructured interview). Wawancara berstruktur adalah wawancara yang jenis dan urutan dari sejumlah pertanyaannya sudah disusun sebelumnya, sedangkan wawancara takberstruktur adalah wawancara yang tidak secara ketat ditentukan sebelumnya. Wawancara takberstruktur lebih fleksibel karena pertanyaannya dapat dikembangkan meskipun harus tetap pada pencapaian sasaran yang telah ditentukan.

Ciri-ciri pertanyaan yang baik adalah :

  1. Sesuai dengan masalah atau tujuan penelitian.
  2. Jelas dan tidak meragukan.
  3. Tidak menggiring pada jawaban tertentu.
  4. Sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman orang yang diwawancarai.
  5. Pertanyaan tidak boleh yang bersifat pribadi.

Kelebihan dari wawancara adalah data yang diperlukan langsung diperoleh sehingga lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Kekurangannya adalah tidak dapat dilakukan dalam skala besar dan sulit memperoleh keterangan yang sifatnya pribadi.

2.   Kuesioner (angket) adalah cara mengumpulkan data dengan mengirim atau menggunakan kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan.

Kelebihannya adalah dapat dilakukan dalam skala besar, biayanya lebih murah dan dapat memperoleh jawaban yang sifatnya pribadi.

Kelemahannya adalah jawaban bisa tidak akurat, bisa jadi tidak semua pertanyaan terjawab bahkan tidak semua lembar jawaban dikembalikan.

3.   Observasi (pengamatan) adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati obyek penelitian atau kejadian baik berupa manusia, benda mati maupun gejala alam. Data yang diperoleh adalah untuk mengetahui sikap dan perilaku manusia, benda mati atau gejala alam.

Kebaikan dari observasi adalah data yang dieroleh lebih dapat dipercaya.

Kelemahannya adalah bisa terjadi kesalahan interpretasi terhadap kejadian yang diamati.

4.   Tes dan Skala Obyektifadalah cara mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada obyek yang diteliti. Cara ini banyak dilakukan pada tes psikologi untuk mengukur karakteristik kepribadian seseorang. Beberapa contoh tes skala obyektif yaitu :

  1. Tes kecerdasan dan bakat.
  2. Tes kepribadian.
  3. Tes sikap.
  4. Tes tentang nilai.
  5. Tes prestasi belajar, dsb.

5.   Metode proyektif adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati atau menganalisis suatu obyek melalui ekspresi luar dari obyek tersebut dalam bentuk karya lukisan atau tulisan. Metode ini dipakai dalam psikologi untuk mengetahui sikap, emosi dan kepribadian seseorang. Kelemahan dari metode ini adalah obyek yang sama dapat disimpulkan berbeda oleh pengamat yang berbeda.

 

Skala Pengukuran

Salah satu aspek penting dalam memahami data untuk keperluan analisis terutama statistika inferensia adalah Skala Pengukuran. Secara umum terdapat 4 tingkat/jenis skala pengukuran yaitu :

  • Skala nominal adalah skala yang hanya mempunyai ciri untuk membedakan skala ukur yang satu dengan yang lain.
  • Skala Ordinal adalah skala yang selain mempunyai ciri untuk membedakan juga mempunyai ciri untuk mengurutkan pada rentang tertentu.
  • Skala Interval adalah skala yang mempunyai ciri untuk membedakan, mengurutkan dan mempunyai ciri jarak yang sama. Contoh, suhu tertinggi pada bulan Desember dikota A, B dan C berturut-turut adalah 28, 31 dan 20 derajat Fahrenheit. Kita dapat membedakan dan mengurutkan besarnya suhu, sebab satu derajat Fahrenheit merupakan suatu besaran yang tetap, namun pada saat suhu menunjukkan nol derajat Fahrenheit tidak berarti tidak adanya panas pada kondisi tersebut. Hal ini dapat dijelaskan, misalnya kota A bersuhu 30 derajat Fahrenheit dan kota B bersuhu 60 derajat Fahrenheit, tidak dapat dikatakan bahwa suhu dikota B dua kali lebih panas dari pada suhu dikota A, karena suhu tidak mempunyai titik nol murni (tulen).
  • Skala ratio adalah skala yang mempunyai 4 ciri yaitu membedakan, mengurutkan, jarak yang sama dan mempunyai titik nol yang tulen (berarti). Contoh : Pak Asmuni mempunyai uang nol rupiah, artinya pak Asmuni tidak mempunyai uang.

 

PENYAJIAN DATA

Secara garis besar ada dua cara penyajian data yaitu dengan tabel dan grafik. Dua cara penyajian data ini saling berkaitan karena pada dasarnya sebelum dibuat grafik data tersebut berupa tabel. Penyajian data berupa grafik lebih komunikatif.

Dilihat dari waktu pengumpulannya, dikenal dua jenis data yaitu :

Cross section data adalah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu.

Data berkala adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Dengan data berkala dapat dibuat garis kecenderungan atau trend.

Penyajian data dengan tabel

Tabel atau daftar merupakan kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau karakteristik data sehingga memudahkan untuk analisis data.

Ada tiga jenis tabel yaitu :

  •   Tabel satu arah atau satu komponen adalah tabel yang hanya terdiri atas satu kategori atau karakteristik data. Tabel berikut ini adalah contoh tabel satu arah.
  •  Tabel dua arah atau dua komponen adalah tabel yang menunjukkan dua kategori atau dua karakteristik. Tabel berikut ini adalah contoh tabel dua arah.
  •   Tabel tiga arah atau tiga komponen adalah tabel yang menunjukkan tiga kategori atau tiga karakteristik. Contoh tabel berikut ini.

Penyajian data dengan grafik/diagram

Penyajian data dengan grafik dianggap lebih komunikatif karena dalam waktu singkat dapat diketahui karakteristik dari data yang disajikan.

Terdapat beberapa jenis grafik yaitu :

  •   Grafik garis (line chart): Grafik garis atau diagram garis dipakai untuk menggambarkan data berkala. Grafik garis dapat berupa grafik garis tunggal maupun grafik garis berganda.
  •   Grafik batang / balok (bar chart): Grafik batang pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis yaitu untuk menggambarkan data berkala. Grafik batang juga terdiri dari grafik batang tunggal dan grafik batang ganda.
  •   Grafik lingkaran (pie chart): Grafik lingkaran lebih cocok untuk menyajikan data cross section, dimana data tersebut dapat dijadikan bentuk prosentase.
  •   Grafik Gambar (pictogram): Grafik ini berupa gambar atau lambang untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan.
  •   Grafik Berupa Peta (Cartogram): Cartogram adalah grafik yang banyak digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan cuaca dibeberapa daerah.

Probabilitas

Probabilitas = Peluang = Kemungkinan, yaitu Suatu nilai yang digunakan untuk mengukur tingkat terjadinya suatu kejadian yang acak. Contoh : pengambilan sampel secara acak 10 mahasiswa dari 200 mahasiswa, terdiri dari 120 laki-laki dan 80 perempuan. Maka hasilnya bisa saja yang terpilih semua laki-laki, semua perempuan, berpasangan, dll.

Dasar Teori Peluang

1. Ruang Sample

Dalam statistik dikenal istilah eksp erimen untuk menjelaskan proses membangkitkan sekumpulan data. Contoh dari eksperimen statistik adalah melempar coin . Dalam eksp erimen ini ada dua kemungkinan kejadian ( outcomes ), muka atau belakang.
Definisi:
Kumpulan dari semua kejadian dari eksp erimen statistik disebut dengan ruang sample , dinotasikan dengan S Ruang sample dari eksperimen melempar mata uang adalah:
     S = fH ; T g
dimana H dan T b ersesuaian dengan muka( head ) dan b elakang( tail )
Contoh:
Suatu eksp erimen melempar coin kemudian melempar sekali lagi bila yang muncul pertama adalah muka , jika yang muncul belakang diteruskan dengan melempar dadu. Maka ruang samplenya adalah:
S = fH H ; H T ; T 1 ; T 2 ; T 3 ; T 4; T 5 ; T 6g
Contoh:
Tiga item diambil dari suatu pro cess manufacturing, dimana item tersebut diklasifikasikan manjadi dua, defectif (D) dan non-defektif (N). Maka ruang sample S adalah sbb:
S = { D D D ; D D N ; D N D ; D N N ; N D D ; N D N ; N N D ; N N N }

Ruang sample yang mempunyai titik sample b esar, lebih baik diterangkan dengan aturan, misalkan:

S = fx j x suatu kota dengan p opulasi b esar dari 1 juta g

2 Event
Event adalah subset dari ruang sample, yaitu suatu kejadian dengan kondisi tertentu.
Contoh:
Diberikan suatu ruang sample S = ft j t ¸ 0 g dimana t adalah umur dalam satuan tahun suatu komp onen elektronik. Suatu Event A adalah umur komponen yang kurang dari lima tahun, atau dituliskan A = f tj 0 · t < 5 g
Definisi:
Komplemen dari event A terhadap S adalah subset dari semua elemen S yang bukan elemen dari A. Komplemen dari A dituliskan dengan A0
Contoh:
Misalkan R adalah event dimana kartu warna merah diambil dari 52 kartu bridge. Komplemen dari R adalah R 0 yaitu kartu dengan warna hitam.
Definisi:
Interseksi/irisan dari dua event A dan B adalah suatu event yang memuat elemen yang ada di A dan B , dinotasikan dengan A/B

3 Menghitung titik sample
Dalam eksperimen statistik, semua kejadian yang mungkin dapat ditentukan tanpa harus mendaftarkan satu persatu.
Teorema:
Jika operasi pertama dapat dilakukan dengan n1 cara, dan operasi kedua dengann 2 cara maka dua op erasi dapat dilakukan dengan n1 n 2 cara.
Contoh:
Ada b erapa titik sample jika dua buah dadu dilempar b ersama-sama. Jawab: (6)(6)=36 cara.
Secara umum bila ada k op erasi dengan masing-masing mempunyai n1 ; n 2 ; :::; n k cara maka terdapat ( n1 )( n 2 ) ::: ( n k ) cara.

Definisi:
Permutasi adalah sebuah susunan dari semua atau sebagian kumpulan ob jek. Bila terdapat n ob jek yang b erb eda terdapat n ! permutasi.

Kombinasi :

Banyaknya kemungkinan dengan tidak memperhatikan urutan ada
Misalkan n = A,B,C,D
dipilih 2 kejadian :   AB, AC,AD, BA,BC,BD, CA,CB,CD, DA,DB,DC
AB   =  BA       BD  =   DB
AC   =  CA       CD  =   DC
AD   =  DA
BC   =   CB
Ke 6 kejadian di atas adalah sama  sehingga dihitungnya 1

Sehingga kemungkinan yang terjadi adalah 12 – 6 = 6 kemungkinan (tidak memperhatikan urutan ada)
Sumber:

Modul 1  Statistika & Probabilitas; Supriyoko Pramono, S.Kom, MM

http://www.belajar-matematika.com

[Sebuah Opini] Suriah dan Tragedi, Kemanusiaan Tersingkir Demi Kepentingan

Image result for bendera suriah

Suriah atau dikenal dengan nama Syria merupakan salah satu negara di timur tengah yang saat ini sedang terjadi konflik. Dimana bisa kita lihat akhir-akhir ini banyak vidio dan gambar yang menunjukan situasi disana. Sungguh memprihatinkan. Konflik di Suriah merupakan konflik yang sangatlah kompleks, kenapa? Karena itu merupakan konflik kepercayaan, pengaruh dan kepentingan.

Image result for ISIS
Aksi Isis

ISIS atau dikenal dengan Islamic States Iraq Syria merupakan pemeran utama dalam adegan ini. Kenapa? Karena dia yang selalu disorot oleh kamera, di jadikan face focus untuk penonton yang nantinya akan dikomentari dan dikritik. Sungguh memilukan embel-embel Islam yang dalam kenyataanya tidaklah mencerminkan nilai-nilai Islam. Bagaimana mungkin membunuh seenaknya, melegalkan bunuh diri, itu tidak masuk akal. Itu adalah terorisme yang mendompleng atas nama Islam, apalagi memakai simbol stempel Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Itu merupakan fitnah yang kejam. Dengan embel-embel mau menegakan khilafah dan memerangi kaum kafir tapi yang diserang malah di area yang mayoritas muslim, masuk akal? kenpa tidak serang Israel yang menggerogoti palestina, big question? Saya pikir tidak mungkin, karena saya pikir dia adalah sutradaranya.

Suriah yang dipimpin oleh Bashar Al Assad yang seorang Syiah merupakan basis Rusia secara turun temurun. Sejak pecahnya Uni Soviet yang sekarang menjadi Rusia, Rusia mulai  kehilangan pengaruh di Eropa. Pengaruh ini identik dengan benang ideologi. Seperti yang bisa dilihat sekarang, Ukraina masuk ke NATO, konflik dengan Georgia yang phobianya sampai saat ini. Untuk mempertahankan pengaruhnya di Eropa maka Rusia tidak boleh kehilangan Suriah yang didukung dengan kawasanya yang strategis. Dengan hilangnya Suriah atas pengaruh Rusia maka bisa diprediksi pengaruh Rusia atas Eropa akan berkurang drastis dan bisa mengubah langkah strategis pertahanan global mereka.

Perang pengaruh bukanlah hal yang baru, seperti yang pernah kita dengar dan kita tonton di film ada Jerman barat dan timur yang berbeda Ideologi, Korea utara dan selatan, bahkan Vietnam pun pernah di coba untuk itu. Ideolgi merupakan jalur utama untuk membuka diplomasi pada waktu perang dunia, istilah sederhananya adalah gimana mau kerja sama kalau nda ‘sejalan’. Dimana yang kita kenal dengan blok barat dan timur. Ide lama itu tidak lah sepenuhnya berlaku setelah perang dunia II  namun tetap memunculkan gengsi tersendiri karena berbeda haluan.

Image result for amerika vs russia
US vs Russia

Putin pernah berkomitmen tidak akan melepaskan Suriah secara cuma-cuma, dan melihat gelagat NATO yang tidak akan diam saja maka ini menunjukkan akan semakin sengit dan kompleks. Segala intrik-intrik akan di gulirkan dengan harapan kepentinganya akan menang. Perang terus digulirkan, propaganda menjadi sesuatu hal yang wajib digulirkan untuk memperoleh dukungan eksternal. Dukungan ini memainkan peranan paling penting untuk membuat pressure eksternal dan framming terhadap salah satu pihak. Bom-bom diluncurkan, sejata-senjata terlarang hanyalah ulasan semata. Perang tetaplah perang, Halal Haram merekalah yang menentukan sendiri.

Siapa yang dirugikan? Siapa lagi kalau bukan Rakyat Suriah, Sipil tidaklah bersenjata, kalau ada sipil dipersenjatai maka itulah proxy dimana pada dasarnya sipil tidak boleh di perangi dan mendapat perlindungan. Dikala sipil dipersenjatai maka seluruh negara adalah pasukan yang boleh diperangi sebagai pertahanan diri. Sangat disayangkan ini menjadi sesuatu yang complicated dimana puncaknya adalah kemanusiaan. Anak-anak, Perempuan dan orang tua lanjut usia menjadi korban dan resiko yang mereka tanggung saat ini.

Image result for Suriah
“Bertahanlah dik”

Dunia harus berbicara. Sangat susah untuk memberikan pengetahuan tentang siapa yang benar dan salah ditengah-tengah propaganda dua belah pihak yang selalu bergumam. Caranya ialah kemanusiaan, menghimpun bantuang-bantuan bagi penduduk sipil yang membutuhkan. Lembaga independen dunia sekarang ini tidak bisa diturunkan dalam konflik ini dikarenakan mungkin tidak mendapatkan kepercayaan dari salah satu belah pihak. Ini menjadikan bantuan-bantuan sangat susah untuk masuk dan sangat rawan.

Banyaknya lembaga-lembaga di indonesia yang masuk untuk memberikan bantuan di Suriah lewat perbatasan di Turki menjadikan angin segar bagi korban-korban di Suriah. Dengan orang-orang kepercayaan di Turki dan pemerintah yang memberikan akses terbatas sangatlah menguntungkan bagi bantuan yang ingin masuk. Apa cara ini efektif? saya pikir tidak. Disamping itu perlu diingat bahwa Turki memiliki keperpihakan dan agenda tertentu untuk ini, terutama untuk militan Kurdi. Hal tersebut lah yang membuat bantuan-bantuan yang lewat dari Turki menjadi rawan untuk mendapatkan serangan.

Mari membantu. Kita tidak bisa membiarkan korban sipil terluka, menderita secara fisik dan psikologis. Mari bantu mereka. Apabila anda seorang muslim, mari kita bantu saudara kita. Perang memang membingungkan, tetapi itu tidak menggugurkan kewajiban kita untuk membantu. Mereka terluka, dunia seolah berhenti berbicara dan diam memperhatikan saja. It is not our war. Mungkin itu yang terfikir tetapi percayalah iu tetaplah urusan kita apabila masih ada penjajahan diatas dunia. Mungkin kita tidak bisa menghentikan perang, tetapi kita bisa memberikan sumbangsih kita untuk mereka para korban untuk lebih baik. Kita bisa berikan secuil makanan, selembar uang kertas, secercah harapan bagi mereka.

Image result
Bantuan untuk Suriah

By: R. Mahendra S.

 

POPULASI, SAMPLE, DATA, TABEL DAN GRAFIK

A. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek/subjek itu.

Misalnya akan melakukan penelitian di sekolah X, maka sekolah X ini merupakan populasi. Sekolah X mempunyai sejumlah orang/subyek dan obyek yang lain. Hal ini berarti populasi dalam arti jumlah/kuantitas. Tetapi sekolah X juga mempunyai karakteristik orang-orangnya, misalnya motivasi kedanya, disiplin kedanya, kepemimpinannya, iklim organisasinya dan lain-lain; dan juga mempunyai karakteristik obyek  yang lain, misalnya kebijakan, prosedur keiJa, tata rangkelas, lulusan yang dihasilkan dan lain-lain, Yang terakhir berarti populasi dalam arti karakteristik.

Satu orang-pun dapat digunakan sebagai populasi, karena sate brang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaga bicaranya, disiplin pribadi, hobi, cara bergaul, kepemimpinannya dan lain-lain. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kepemimpinan presiden Y maka kepemimpinan itu merupakan sampel dari semua karakteristik yang dimiliki presiden Y.

Dalam bidang kedokteran, satu orang sering bertindak sebagai populasi. Darah yang ada pada setiap orang adalah populasi, kalau,akan diperiksa cukup diambil sebagian darah yang berupa sampel. Data yang diteliti dari sampel tersebut selanjutnya dibertakukan ke seluruh darah yang dimiliki orang tersebut.

Populasi bisa juga didefinisikan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sedang sampel adalah bagian dari jumlah dan karkateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono,2006:90).

B. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu. kesimpulannya akan dapat diberlakukan populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Bila sampel tidak representatif, maka ibarat orang buta disuruh menyimpulkan karakteristik gajah. Satu orang memegang telinga gajah, maka la menyimpulkan gajah itu seperti kipas. Orang kedua memegang badan gajah, maka ia menyimpulkan gajah itu seperti tembok besar. Satu orang lagi memegang ekornya, maka la menyimpulkan gajah itu kecil seperti seutas tali. Begitulah kalau sampel yang dipilih tidak representatif, maka ibarat 3 orang buta itu yang membuat kesimpulan salah tentang gajah.

Untuk menentukan sampel dari populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang dikembangkan para ahli.  Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Besaran atau jumlah sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

Teknik Pengambilan Sample

1. Sampel Random

Cara atau teknik ini dapat dilakukan jika analisis penelitiannya cenderung deskriptif dan bersifat umum. Perbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap unsur atau elemen  populasi tidak merupakan hal yang penting bagi rencana analisisnya. Misalnya, dalam populasi ada wanita dan pria, atau ada yang kaya dan yang miskin, ada manajer dan bukan manajer, dan perbedaan-perbedaan lainnya.  Selama perbedaan gender, status kemakmuran, dan kedudukan dalam organisasi, serta perbedaan-perbedaan lain tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang penting dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil penelitian, maka peneliti dapat mengambil sampel secara acak sederhana. Dengan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Prosedurnya :

    1. Susun “sampling frame”
    2. Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
    3. Tentukan alat pemilihan sampel
    4. Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi

2. Sampel Sistematis

Teknik ini digunakan apabila (1) bisa disusun kerangka sampling yang lengkap dan (2) keadaan variabel yang diteliti relatif  homogen dan tersebar di seluruh populasi. Pemilihan satuan pengamatan kedalam sampel dengan menggunakan SyRS bisa dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu (1) Linear systematic selection (LSS) dan (2) Circular systematic selection (CSS).

a. LSS

Langkah kerja:
1.  Tentukan populasi sasaran dan tentukan satuan-satuan samplingnya yang menunjukkan ukuran populasi sasaran, misalnya N=1500
2.  Susun kerangka sampling
3.  Tentukan ukuran sampel, misalnya n=20
4.  Sediakan tabel angka random
5.  Proses pemilihan 20 dari 1500 satuan samplingnya adalah sebagai berikut:
a.  Tentukan interval pemulihan dengan rumus : I = N/n =1500/20 = 75
b.  Tentukan secara random sebuah bilangan acak (disebut rendom start (RS) atau random seed) yang besanrnya memenuhi persyaratan 1< RS < I, atau untuk contoh 1< RS < 75. Misalnya terpilih angka random 07 (baris ke2, kolom ke1 dan 2 pada tabel angka acak).  Oleh karena nomor satuaan pengamatan pada kerangka samplingnya terdiri dari 4 digit (0001 sampai 1500), maka SR=0007.  RS ini merupakan satuan sampling pertama yang terpilih.
c.  Satuan pengamatan berikutnya dipilih dengan cara menambahkan I=75 kepada nomor terpilih.  Jadi satuan pengamatan yang terpilih kedua adalah 0007 + 75 = 0082, ketigaadalah 0082 + 75 = 0157, demikian seterusnya sampai terpilih sebanyak 20 satuan pengamatan

b. CSS

Langkah kerja:
1.  Tentukan populasi sasaran dan tentukan ukuran populasi, misalnya N=2111
2.  Untuk setiap satuan sampling yang ada dalam populasi sasaran disusun dalam kerangka sampling
3.  Tentukan ukuran sampel (dengan menggunakan  rumus atau pertimbangan tertentu),misalnya n= 13
4.  Sediakan tabel angka random
5.  Proses pemilihan 13 dari 2111 satuan sampling, yaitu:
a.  Tentukan interval (I) dengan rumus I = N/n.  Bulatkan ke bilangan bulat terdekat,yaitu 2111/13 = 162
b.  Dari tabel angka acak dipilih RS yang memenuhi persyaratan 1 < RS < N, misalnya terpilih RS=1842.  RS ini adalah satuan pertama yang terpilih ke dalam sampel
c.  Satuan sampling berikutnya dipilih dengan cara menambahkan I secara sistematik kepada RS, yaitu:
1.  1842

3. Sampel Bertingkat

Metode ini dapat dipakai apabila jumlah populasi yang diamati besar dan bersifat homogen. Cara ini dapatdilakukan untuk daerah yang sangat luas. Keuntungan cara ini adalah biaya transportasi sangat kecil.Adapun yang menjadi kerugian dari pemakaian cara ini adalah perlu kecermatan dalam pengambilansampel karena sifatnya yang banyak.

Sifat homegintas populasi kadang tidak bisa dijamin sepenunya di lapangan.  Semakin tinggi tingkat keragaman (heterogenitas) populasi maka ukuran sampel yang harus diambil dengan sampel bertingkat akan semakin besar untuk tingkat ketelitian tertentu.  Masalah ini bisa diatasi dengan membuat sub-sub populasi yang bersifat homogen dan terhadap subpopulasi itulah proses pengambilan sampel secara SRS dilakukan.   Proses pengambilan sampel setelah populasi keseluruhan yang relatif heterogen dipilah-pilah ke dalam sub populasi.  Jadi langkah utama yang membedakan teknik ini dengan teknik pengambilan sampel bertingkat adalah proses pembentukan sub populasi, disebut strata.  Sedangkan proses pemilihan dari setiap strata tersebut  bisa dilakukan sama seperti proses pemilihan satuan sampling dengan teknik pengambilan sampel bertingkat.  Langkah kerja selengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan populasi sasaran dan tentukan anggota populasi secara keseluruhan (N)
    Berdasarkan variabel tertentu (kriteria tertentu), populasi dibagi ke dalam strata-strata.
  2. Misal kelompok responden dibagi sesuai jenis kelamin (laki atau perempuan) jika secara teoritis respon akan berbeda karena perbedaan jenis kelamin, atau populasi perusahaan dibagia menjadi sub populasi perusahaan kecil, menengah, dan besar
  3. Satuan sampling untuk setiap strata didaftar sehingga diperoleh kerangkan sampling untuk masing-masing strata (N1, N2, dan seterusnya untuk setiap strata ke i) dimana N = N1 + N2 + … + Ni
  4. Dari sebuah populasi selanjutnya kita menentukan ukuran sampel keseluruhan yang disebut overall sample size.
  5. Ukuran sampel sebesar n selanjutnya  dialokasikan kesetiap strata (n1, n2, dan seterusnya) dimana n = n1 + n2 + …. + ni.  Penyebaran ini disebut alokasi sampel yang bisa dilakukan dengan 4 cara yaitu:
    1. Alokasi sembarang dimana ukuran sampel  masing-masing strata ditentukan secara sembarang dengan syarat minimal dari sebuah strata adalah harus ada dua satuan pengamatan yang dipilih.  Dalam praktek,  alokasi seperti ini jarang dan tidak disarankan untuk digunakan karena menyebabkan standar error membesar.
    2. Alokasi sama besar tanpa melihat perbedaan ukuran masing-masing strata atau
      n1=n2=….= ni
    3. Alokasi proporsional yaitu ukuran sampel untuk setiap strata sesuai dengan proporsi ukuran strata tersebut terhadap ukuran sampel keseluruhan, misal n1=N1/N, n2=N2/N, dan seterusnya
    4. Alokasi Newton
  6. Dari setiap strata kemudian dipilih satuan  sampling melalui teknik pengambilan sampel random.  Oleh karena pemilihan satuan  sampling dari setiap strata dilakukan dengan SRS maka keseluruhan prosesnya disebut stratified random sampling.  Jika pemilihan dari setiap strata dilakukan dengan sampel sistematik maka disebut stratified systematic random sampling. Jadi teknik ini digunakan apabila (1) keadaan variabel yang kita teliti sangat heterogen sehingga menimbulkan standar error yang tinggi (atau presisi yang rendah).  Stratifikasi populasi dilakukan untuk memperbesar presisi (atau memperkecil standar error) ini, dan (2) apabila kita bisa menyusun kerangka sampling yang lengkap dan langsung mengenai satuan pengamatan.

4. Sampel Kuota

Teknik pengambilan sampel ini banyak diterapkan pada penelitian pasar dan penelitian pengumpulan pendapat (opinion poll) atau jejak pendapat.  Teknik dilakukan dengan melakukan penjatahan terhadap kelompok satuan pengamatan secara berjenjang.  Misalnya peneliti menetapkan Kuota 1 yaitu 100  orang eksekutif muda di Jakarta sebagai jumlah sampelnya.  Kuota 1 tersebut selanjutnya dikelompokkan lagi dengan Kuota 2, misalnya 50 eksekutif pria dan 50 eksekutif wanita. Demikian seterusnya pengelompokkan dilakukan sesuai dengan tujuan penelitiannya.
contoh lainya, di sebuah kantor terdapat pegawai laki-laki 60%  dan perempuan 40% . Jika seorang peneliti ingin mewawancari 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebanyak 18 orang sedangkan pegawai perempuan 12 orang. Sekali lagi, teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak, melainkan secara kebetulan saja

5. Sampel Luas

Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh :

Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut :

Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap kedua. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

C. Data

PengertianData menggambarkan sebuah representasi fakta yang tersusun secara terstruktur, dengan kata lain bahwa “Generally, data represent a structured codification of single primary entities, as well as of transactionsinvolving two or more primary entities.” (Vercellis, 2009: 6). Selain deskripsi dari sebuah fakta, data dapat pula merepresentasikan suatu objek sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa“Data adalah nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event ) “Dengan demikian dapat dijelaskan kembali bahwa data merupakan suatu objek, kejadian, atau fakta yang terdokumentasikan dengan memiliki kodifikasi terstruktur untuk suatu atau beberapa entitas.

Ada banyak pengertian tentang data, secara sederhana data adalah keterangan tentang sesuatu, berikut beberapa hal yang berkaitan dengan data:

a. Syarat Data

•Obyektif, data sesuai dengan keadaan sebenarnya atau kenyataan.

•Relevan, sesuai dengan kepentingan atau tujuan yang diinginkan.

•Standard error kecil.

b. Macam-macam data1. Berdasarkan sifatnya

•Data kwantitatif, data dalam bentuk angka atau bilangan, Contohnya; 6,4,3,4,7

•Data kwalitatif, data bukan dalam bentuk angka, tetapi dalam bentuk pernyataan dan atau kategori,Contohnya: Baik, buruk .

2. Berdasarkan sumbernya

•Data internal, data yang berasal dari dalam organisasi.

•Data eksternal, data yang berasal dari luar organisasi.

3. Berdasarkan cara memperoleh

•Data primer, data yang diperoleh dari sumber pertama/sumber data, data ini biasanya belumdiolah.

•Data sekunder, data yang diperoleh dari pihak kedua,data ini biasanya sudah dalam keadaandiolah

4. Berdasarkan cakupannya

•Data Sensus, diperoleh dari populasi.

•Data Sampel, siperoleh dari sampel.

5. Berdasarkan skala pengukurannya

•Nominal

•Ordinal

•Interval

•Rasio

D. Tabel Statistika

1. Tabel Referensi

Tabel ini memiliki karakteristik khusus yaitu tabel ini bersifat gudang seluruh data. Tabel-tabel yang umumnya terdapat pada sensus merupakan tabel referensi. Tabel ini bersifat umum sekali karena data-datanya dapat digunakan sebagai input dari analisis statistik. Contoh tabel statistik.

2. Tabel Ikhtisar

Tabel ikhtisar bisa disebut juga tabel naskah (text table). Tabel ini umumnya berbentuk singkat, sederhana dan umumnya mudah dimengerti. Fungsi tabel ini adalah memberikan gambar yang sistematis tentang peristiwa yang merupakan hasil dari penelitian atau observasi. Tabel ikhtisar biasanya diambil dari tabel referensi. Contoh tabel ikhtisar:

 3. Tabel Distribusi

Table distribusi adalah bentuk penataan data yangdibuat oleh pengolah data berdasarkan hasil-hasil data yng dikumpulkan oleh penelitian tersebut yang betujuan untuk memproleh gambaran karakteristik dari data yang akan diolah.

4. Tabel Umum

Table umum adalah bentuk penyajian data yang dikumpulkan dari bermacam-macam jenis data yang dituliskan dalam suatu monogram. Biasanya informasi ini di dikumpulkan berdasarkan sensus.

D. Grafik

1. Grafik Garis

Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus. Grafik garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan. Sumbu X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik pada bidang XY, selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau grafik garis. Grafik garis adalah suatu grafik yang digmabarkan berdasarkan satu waktu, biasanya waktu yang digunakan dalam bulan atau tahun, lalu digambarkan dalam bentuk garis. Kegunaan diagram garis adalah untuk dapat melihat gambaran tentang perubahan peristiwa dalam suatu periode (jangka waktu) tertentudibuat diagaram garis. Contoh:

2. Grafik Batang

Grafik batang adalah Grafik berdasarkan data berbentuk kategori. Grafik ini banyak digunakan untuk membandingkan data maupun menunjukkan hubungan suatu data dengan keseluruhan. Grafik ini penyajianya dalam bentuk batang, sebuah batang melukiskan jumlah tertentu dari data. Contoh

Jumlah lulusan SMA X di suatu daerah dari tahun 2001 sampai tahun 2004 adalah
sebagai berikut

Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram batang.
Penyelesaian
Data tersebut dapat disajikan dengan diagram batang sebagai berikut.

3. Grafik Lingkaran

Penyajian data dalam bentuk lingkaran didasarkan pada sebuah lingkaran yang dibagi-bagi dalam beberapa bagian sesuai dengan macam data dan perbandingan frekuensi masing-masing data yang disajikan. Contoh:

Ranah privat (pengaduan) dari koran Solo Pos pada tanggal 22 Februari 2008 ditunjukkan
seperti tabel berikut.

Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram lingkaran.
Penyelesaian
Sebelum data pada tabel di atas disajikan dengan diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya sudut dalam lingkaran dari data tersebut.
1. CPNS/Honda/GTT = 5/100 x 360° = 18°
2. Perbaikan/pembangunan/gangguan jalan = 9/100 x 360° = 32,4°
3. Masalah lingkungan/kebersihan = 6/100 x 360° = 21,6°
4. Kesehatan/PKMS/Askeskin = 3/100 x 360° = 10,8°
5. Lalu lintas/penertiban jalan = 6/100 x 360° = 21,6°
6. Revitalisasi/budaya Jawa = 20/100 x 360° = 72°
7. Parkir = 3/100 x 360° = 10,8°
8. Pekat/penipuan/preman = 7/100 x 360° = 25,2°
9. Persis/olahraga = 10/100 x 360° = 36°
10. PKL/Bangunan liar = 2/100 x 360° = 7,2°
11. PLN dan PDAM = 2/100 x 360° = 7,2°
12. Provider HP = 7/100 x 360° = 25,2°
13. Tayangan TV/radio/koran = 3/100 x 360° = 10,8°
14. Lain-lain = 17/100 x 360° = 61,2°
Diagram lingkarannya adalah sebagai berikut.

4. Poligon dan Histogram

Histogram

Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. Jika pada diagram batang, gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar batang-batangnya berimpit. Histogram dapat disajikan dari distribusi frekuensi tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.

Data banyaknya siswa kelas XI IPA yang tidak masuk sekolah dalam 8 hari berurutan
sebagai berikut.

Poligon Frekuensi
Apabila pada titik-titik tengah dari histogram dihubungkan dengan garis dan batangbatangnya dihapus, maka akan diperoleh poligon frekuensi. Berdasarkan contoh di atas dapat dibuat poligon frekuensinya seperti gambar berikut ini.

contoh soal:
Hasil pengukuran berat badan terhadap 100 siswa SMP X digambarkan dalam distribusi bergolong seperti di bawah ini. Sajikan data tersebut dalam histogram dan poligon frekuensi.

Penyelesaian
Histogram dan poligon frekuensi dari tabel di atas dapat ditunjukkan sebagai berikut.

Poligon Frekuensi Kumulatif
Dari distribusi frekuensi kumulatif dapat dibuat grafik garis yang disebut poligon frekuensi kumulatif. Jika poligon frekuensi kumulatif dihaluskan, diperoleh kurva yang disebut kurva ogive. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut ini.
Hasil tes ulangan Matematika terhadap 40 siswa kelas XI IPA digambarkan dalam tabel di samping.
a. Buatlah daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari.
b. Gambarlah ogive naik dan ogive turun.

b. Ogive naik dan ogive turun
Daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari dapat disajikan dalam bidang Cartesius. Tepi atas (67,5; 70,5; …; 82,5) atau tepi bawah (64,5; 67,5; …; 79,5) diletakkan pada sumbu X sedangkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari diletakkan pada sumbu Y. Apabila titik-titik yang diperlukan dihubungkan, maka terbentuk kurva yang disebut ogive. Ada dua macam ogive, yaitu ogive naik dan ogive turun. Ogive naik apabila grafik disusun berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Sedangkan ogive turun apabila berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.nOgive naik dan ogive turun data di atas adalah sebagai berikut.

SUMBER:

http://www.4skripsi.com/metodologi-penelitian/populasi-dan-sampel.html#ixzz1nyZp3IYB

http://teorionline.wordpress.com/2010/01/24/populasi-dan-sampel/

http://www.4skripsi.com/metodologi-penelitian/populasi-dan-sampel.html#axzz1nyWTuLkt

Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampe

http://matematika-ipa.com/statistika-diagram-batang-diagram-garis-mean-median-modus-matematika/

 

Tentang Sebuah Jalan (sebuah Cerpen #2)

Aku kembali menyusuri senjaku. Saat itu hanya sendiriku dan ditemani hiruk-pikuk kecil sekitar. Mungkin hanya sebatas melepaskan penat saja. Tapi, aku tahu, sesungguhnya lebih dari itu. Suatu tujuan besar menanti di depan dan akan terus menggerus. Dan akhirnya kegelisahanlah yang menang. Tidaklah aneh apabila ke khawatiran menjadi teman setia saat ini. Mencari keramaian hanyalah salah satu solusi.

Kampus merupakan tampat eksotis para intelektual mencari inspirasinya. Entahlah, mungkin inspirasi hanya datang dikala ada maunya saja. Saatnya untuk keluar. Demi Emosi. Sempatkan berjalan, jauh dari kesunyian layar. Lab tempat bernaung kini memiliki jarak, yah walaupun hanya sesaat, sampai rindu tentangmu datang menjemput. Berjalan di jalan yang entah mengapa membawaku sampai kesini. Apakah ini jalanmu ya Rasul Allah? Mampukah kami menyusuri jalanmu? hmm… Seandainya saja jalan itu mudah, pastilah bukan jalanmu.

Ia adalah jalan. Mungkin terjal, berkelok tetapi tetap saja itu adalah jalan dengan karakteristiknya. mungkin lucu apabila jalan hanyalah jalan semata tanpa kita sadari niat akan sesuatu yaitu tujuan. Entah, disampinya adalah kursi. Apa mereka sahabat? mungkin saja! Tetapi tidaklah kita pernah tau tentang itu. Tujuan adalah pemberhentian atau tujuan bisa menjadikan mu awal dari perjalanan. Tentu saja perjalanan yang semakin panjang. Berdamailah wahai jalan dan kursi.

DSC_0029

#Fiksi #Cerpen #Cerbung

Suatu Kursi di Tengah Kampus (sebuah Cerpen #1)

Suatu saat yang dinanti, saya berjalan keluar menanggapi emosiku yang sedang butuh udara fresh. Keluar dari lab merupakan suatu pilihan yang tepat untuk menyejukkan emosi sesaat. Inilah saya Tyo yang berkuliah di kampus NCU di Taiwan. Berjalan sendiri, mencoba berpartisipasi dengan hiruk pikuk kampus, menyusuri jalan yang terkadang hanya sebuah formalitas saja. Demi emosi.

Sore itu udara cukup panas, padahal minggu lalu dingin bak es datang terus. Ternyata musim semi itu tak dapat di prediksi. Kini panas dan dingin hanyalah formalitas saja, tak ada yang pasti. Dengan jaket biruku yang selalu ku bawa, yah karena cukup hangat dibandingkan hari hari sebelumnya.

Cukup hanya sang senja saja yang datang menemani dan sebuah kursi. Kursi taman. Kursi ini istimewa. Apa istimewanya? Dia menghadap sesuatu. Terletak ditengah pertigaan jalan taman dia membisu, sepi, sendiri. Kini ku temani. Dia membelakangi hiruk pikuk di belakangnya. Orang-orang yang tak memperhatikanya, pedulinya hanya untuk dirinya. Mengapa dia membelakanginya? Bukankah itu jalan? Tidaklah bosan seharusnya, karena banyaknya yang lalu lalang silih berganti.

DSC_0049

#Fiksi #Cerpen #Cerbung

Adakah amalan yang lebih baik dari pada I’tikaf di masjid Nabawi?

Assalamuallaikum wr, wb,

Teman2 yuk baca sebentar,

Ada hadist menarik yang sungguh sangat sayang bila teman2 sekalian tidak megetahuinya.

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Allah SWT terhadap kita manusia, umat akhir zaman melalui Nabi besar kita Rasulullah SAW. Lewat tutur beliau bersabda:

وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْناً، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوْعًا وَ لَأَنْ أَمْشِيْ مَعَ أَخٍ فِي حَاجَةٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا المَسْجِدِ ، ( يَعْنِي مَسْجِدُ النَبَوِي ) شَهْرًا

“…Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…” (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).

Sungguh beruntung kita apabila mengetahui hadist ini. Membantu sesama muslim dalam kesusahan dan musibah sungguh lebih baik dari pada I’tikaf di masji Nabi. Sungguh amalan yang tidak kita sangka besarnya, bahkan lebih besar daripada berdiam diri di masjid selama satu bulan untuk beribadah (i’tikaf) di Masjid Nabawi.

Coba bayangkan, seberapa mampu kita melakukan I’tikaf di masjid Nabawi dengan harta, benda, dan tenaga kita untuk 1 hari saja, ya satu hari saja?? Apalagi sebulan.Dari hadist tersebut cukuplah menggembirakan seorang muslim dalam keperluanya maka itu setara dengan I’tikafnya di masjid Nabawi. Sungguh ini amalan yang sangat luar biasa yang mampu memompa semangat akan arti pentingnya membantu dan membersamai saudara kita. Semoga ini mampu menjadi inspirasi bagi kita semua. Aminn

‘Menjebak Diri Sendiri’, Self Reminder, Motivasi diri

Pernahkah kalian out of control? Merasa tidak berguna? Merasa kehilangan semnagat? susah untuk memotivasi diri?

Haii I tell you that is not only you. Almost every one has it. So, be smart and don’t be like ostrich. Ostrich, when he is hiding, he knows that he hides but he doesn’t know that he doesn’t know that he just only hides his head. What I can tell you adalah tentang mengetahui kulaitas diri, posisi, cara berfikir dan potensi yang dapat kamu lakukan oleh, terhadap dan untuk diri mu sendiri. Hah, kayak demokrasi aja.. Ya, memang. Tapi untuk mendorong potensi diri agar tidak mudah kehilangan motivasi dan tidak susah untuk menumbuhkan motivasi ketika motivasi mu sedang turun atau bahkan hancur.

How to stay motivated

Apa itu motivasi?

Hmm.. kan cuma motivasi, apa sih pentingnya?! toh juga tidak terasa, tidak berwujud, it doesn’t really exist.

I can tell you. You are right. It is totally correct.

Saya setuju itu, beberapa poin. tetepi, tak mungkin kamu hidup sampai sekarang tanpa motivasi. Entah apa itu motivasi mu sampai sekarang. darimana latar belakang motivasimu. Atau seberapa bagus motivasimu. It depends on you, your potential.

Pentingnya motivasi terlihat tat taka dirimu sedang putus asa. Itulah disaat potensi mu sedang turun level. Motivasi bisa dikatakan berkaitan dengan hubungan sebab akibat. Contoh simple nya, ngapain kamu makan? Lapar. Maka lapar itulah motivasimu. Mungkin kamu punya motivasi lain selain lapar, misal ingin memperbaiki gizi atau ingin menambah berat badan, itu semua tergantung personal mu dan kondisi saat itu. Contoh lain, ngapain kamu sekolah? Ingin menunjang intelektual saya, agar mampu mendidik masyarakat luas dikarenakan kurang meratanya bidang edukasi di Indonesia, khususnya Indonesia timur. Hmm panjang juga ya.. hehe.. Inti dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasinya bersekolah adalah untuk mengabdi bagi bangsa di bidang pendidikan. Cukup simple kan.

Menjebak diri sendiri

Ketika motivasi turun, maka diperlukan pembangunan ulang motivasi tersebut. entah renovasi motivasi ataupu recycle motivasi. banyak cara membangun motivasi salah satunya ialah ‘menjebak diri sendiri’.

Bagaimana bisa ‘menjebak diri sendiri’ bisa dikatakan mampu membangn motivasi? Hmm.. Bisa, 100% totally it works. Tapi, dengan beberapa catatan dan konsekwensi. Bagi kamu yang lagi butuh strategi cara memotivasi diri sendri bisa ikutin tips ini. Let’s see…

Menjebak diri sendiri tidak selamanya berdampak negatif, dengan catatan jangan sampe menceburkan diri ke dalam hal-hal yang negatif yang tidak mampu mendogkrak semangatmu tetapi dengan penyesalan yang penuh kesia-siaan. berpayah payah hanya untuk sia sia. Itu buang buang tenaga dan sangatlah mubazir.

Beradalah disituasi dimana kondisi tersebut memungkinkan untuk memaksa dirimu berfikir keras untuk berkembang lebih baik.

Contoh singkat, kamu tidak pandai berorganisasi. Maka bergabunglah di organisasi terdekat di kampus or sekolahmu, tentu saja pilihlan organisasi yang kamu minati, meskipun kamu tak pandai dalam hal tersebut. Atau, ikutlah kepanitiaan dimana kamu akan berkontribusi langsung. Setelah kamu bergabung maka mau tidak mau kamu akan diberi tanggung jawab untuk melakukan tugas atau sesuatu. Disanalah motivasimu akan timbul.

Contoh lain, hmm.. misal kamu malas untuk balajar atau melanjutkan sekolah, maka dengan sebaliknya jadikan hal tersebut sebagai motivasimu untuk belajar. Beranilah dengan mendaftar sekolah. lanjut S2 misal, kalau tidak punya uang bisa mendaftar di universitas yang menyediakan beasiswa. Bisa sekolah gratis, bahkan kamu bisa saja mendaftar ke universitas di luar negri. Dengan mendaftar sekolah atau di sarjana, kamu berkesempatan untuk mendapatkan banyak pengalaman baru yang mampou meng-improve dirimu. Untuk meningkatkan motivasimu bisa baca pengalaman saya di National Central University.

college-worth-price
Education is the bridge to get success

Kalau kamu belum berada di situasi dan kondisi yang dapat meng-improve dirimu, maka ciptakanlah situasi mu sendiri, yang dapat memaksa dirimu sendiri untuk bergerak selalu on progress.

Contoh simplenya adalah deadline. Kalau kamu punya pekerjaan rumah or pekerjaan yang lain yang sebenernya tidak memiliki deadline, itulah sesuatu yang bisa kamu manfaatkan, kondisikan. Create deadline mu sendiri. Bergerak, menuju dalam roses yang penuh tanggung jawab oleh diri sendiri. Hmm.. terkadang berat untuk sebagian orang, namun tak salah jikalau kamu mencobanya. Banyak poin-poin penting yang bisa kamu dapatkan nantinya. Jika kamu pelajar maka cobalah manfaatkan mata pelajaranmu, jangan tugas/Pr mu yang sudah punya deadline dari sononya. Tapi pembahasan tiap babnya, berikan paksaan bagi dirimu agar menguasai 1 bab setiap minggu misal atau menguasai materi yang diajarkan di pertemuan terakhir dan harus paham sebelum pertemuan selanjutnya.

Contoh lain bisa dalam bermedia di jejaring internet. Blog misalnya, Buatlah deadline sendiri satu minggu harus dapat menghasikan tulisan dan harus publis juga setiap minggu. Hmm, disini kamu harus dituntut kreatif. Tapi manfaatnya banyak juga kok. Bahkan kamu bisa mendapatkan informasi yang banyak dan bisa menjadi latihan menulis yang bisa bermanfat nantinya.

aaeaaqaaaaaaaakmaaaajdmwnjcyzjqylwixotctndq2oc1iothmltk5ntzlywqzzwy5zq

Combine kedua tips tersebut. Ciptakan situasi mu sendiri dan tetap beradalah di situasi tersebut. 

hmm.. Langsung ke contoh saja ya! bagi kamu yang sudah lulus sarjana, dan sedang sibuk cari kerja, sambil nunggu lamaran kerja mendingan kamu search aja info-info beasiswa di internet. Nothing to lose to try it, right?! Coba aja, nda rugi juga kok. Nah, itulah salah satu cara mu untuk memaksa diri. Coba daftar S2, beasiswa, disitu pasti akan dibutuhkan kualifikasi-kualifikasi seperti hasil test english or bahasa tertentu, research proposal dan semacamnya. Sebelum kalian apply dan upload pasti mau ridak mau akan mempersiapkan diri dulu untuk mengejar kualifikasi yang dibutuhkan. Disitulah tantanganya, yang bisa kamu manfaatkan menjadi sumber motivasimu. Disini saya sendirilah yang jadi kelinci percobaan, mencoba untuk mensibukkan diri dengan bersekolah, karena saya tahu mencari kerja itu tidaklah mudah. Tidak hanya dengan ber’bondo nekad’ saja, tetapi prinsip yang universal juga sudah saya siapkan, yaitu ‘lebih baik pulang nama dari pada gagal dalam tugas’. Hmm.. boleh juga ya slogan saya, keren nda?! saya copas dari pasukan elite kita. hehe..

Masih banyak lagi contoh-contoh yang lain untuk menjebak diri anda sendiri, membangun motivasi tersistem mampu untuk meningkatkan kalitas diri. Saran saya, cari lah yang mampu membuat anda belajar seperti, les, kursus, pelatihan, lanjut sekolah, mengajar, dan masih banyak lagi serta sesuaikan dengan kemampuan anda sendiri.

Jadikan doa sebagai sumber motivasimu selalu, ridho orang tua sebagai landasan mu, dan kuasa Allah SWT sebagai tujuan mu. All is well. Thank you.

Sumber:

Image 1 :

Image 2 :

Image 3 :